jump to navigation

Surat Terbuka kepada Presiden RI July 22, 2005

Posted by JalanSutera.com™ in Blog.
trackback

Bapak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yth.

Izinkanlah saya menyampaikan surat terbuka ini untuk meminta perhatian Bapak Presiden yang sungguh-sungguh berkenaan dengan pelanggaran atas ideologi Negara dan konstitusi yang dilakukan secara terang-terangan, yakni penodaan terhadap kebebasan berkeyakinan di negeri kita terhadap kelompok minoritas yang sudah berkali-kali terjadi. Hati saya tergerak untuk menulis surat ini pada saat mendengar pidato Bapak Presiden ketika membuka the ASEM Interfaith Dialogue Kamis pagi, 21 Juli 2005 di Denpasar, Bali. Sungguh enak mendengar ucapan-ucapan Bapak Presiden yang antara lain mengatakan:

“Moderasi berarti kita harus mencegah pemaksaan pendapat seseorang terhadap orang lain dan menghindarkan penggunaan kekerasan. Moderasi mengharuskan kita menghormati hak-hak orang lain, dan menghormati orang lain sebagaimana menghormati diri kita sendiri. Moderasi menuntut kita menghargai dialog dan perbedaan. Dan moderasi menghendaki pendekatan inklusif dan komitmen total terhadap perdamaian dan toleransi.”

Pernyataan Bapak Presiden di atas sangat relevan dengan apa yang sedang terjadi saat ini berkenaan dengan penyerangan dan penutupan Kampus Mubarak, milik Jemaat Ahmadiyah Indonesia di Parung baru-baru ini.

Bapak Presiden,

Sesat-menyesatkan adalah fenomena biasa dalam dunia keagamaan sepanjang sejarah. Akan tetapi merampas kebebasan berkeyakinan adalah sebuah kejahatan kemanusiaan yang sangat menyakitkan. Tidak ada penderitaan batin yang lebih memerihkan dibanding pelarangan terhadap seorang beriman untuk menganut keyakinan batinnya yang ia yakini merupakan jalan keselamatannya di dunia dan di akhirat nanti. Sebenarnyalah kebebasan berkeyakinan adalah berasal dari Sang Pencipta sendiri, dan sama sekali bukan pemberian Negara atau golongan mayoritas.

Adalah sangat disesalkan kalau aparat Negara yang seharusnya melaksanakan amanat konstitusi untuk menjamin hak-hak Warga Negara membiarkan apalagi kalau malah terlibat dalam tindakan melanggar hukum. Sungguh sangat ironis kalau sampai Pemerintah tunduk terhadap intimidasi dan pemaksaan kehendak sekelompok orang yang jelas-jelas melanggar hak asasi manusia yang dijamin oleh konstitusi dan melawan hukum. Percayalah Bapak Presiden, kalau Pemerintah tidak bertindak tegas atau bahkan menyerah terhadap intimidasi dan pemaksaan kehendak yang dilakukan dengan kekerasan, apa yang mereka lakukan sekarang bukan yang terakhir. Tindakan-tindakan serupa akan terus terjadi. Jaminan konstitusi terhadap kebebasan berkeyakinan akan menjadi rumusan yang tidak berarti dan masyarakat beradab akan menertawakan kita.

Tegakah Bapak Presiden jika dalam Negara yang Bapak pimpin seorang atau beberapa orang warga Negara dihukum hanya karena dia atau mereka mengamalkan keyakinan agama atau kepercayaannya yang dianggap menyimpang oleh golongan mayoritas. Apabila suatu agama atau faham keagamaan dilarang di negeri kita apakah yang akan dipakai untuk mengawasi hati orang? Dan kalau mereka didapati beribadah menurut keyakinan dan di tempat mereka sendiri lalu mestikah mereka dianggap telah melakukan tindak kriminal? Kalau mereka masih juga bersiteguh dengan keyakinan mereka apakah mereka harus dipaksa keluar dari negeri ini padahal mereka sejak turun temurun merupakan penduduk asli dan bukan keturunan asing. Karena itu Bapak Presiden, setiap pejabat negara yang berpikiran untuk melarang suatu agama atau faham keagamaan hendaklah memikirkan masak-masak konsekuensi pelarangan tersebut, dan mencoba membayangkan bagaimana kalau pelarangan tersebut dikenakan kepada mereka sendiri. Kalau Tuhan Sang Pencipta saja memberikan mereka kebebasan hidup di atas bumi-Nya apa pula hak negara atau pejabat negara untuk merampas kebebasan seseorang untuk berkeyakinan sesuai dengan pilihannya?

Melalui surat ini saya ingin mengetuk hati nurani Bapak Presiden dan semua pejabat negara di negeri kita sebab wibawa Pemerintah untuk menjamin terlaksananya amanat konstitusi sedang dipertaruhkan.

Denpasar, 21 Juli 2005

Djohan Effendi

Ketua Umum
Indonesian Conference of Religion for Peace (ICRP)

Sekretariat ICRP (Indonesian Conference on Religion and Peace)
Jl. Cempaka Putih Barat XXI No. 34 Jakarta Pusat 10520
Telp. 021-42802349 / 42802350
Faks. 021-4227243
Email: icrp@cbn.net.id

Be the first to like this post.

Comments

1. BAMBANG HEROESOERJANTO - November 22, 2005

Yth. Bapak Presiden RI Kami adalah seorang Guru Bantu yang bertugas di daerah pedesaan di kabupaten Madiun. Dengan melalui sarana internet saya mengharap kepada Bapak Presiden yang sangat besar untuk perekrutan CPNS tahun 2005 untuk Guru Bantu diberi peluang sangat besar karena sebagian dari Guru Bantu umurnya sudah diatas 40 tahun. Jika dilihat dari persayaratn masuk CPNS tidak masuk. Demikian juga ijasah saya Diploma Tiga Matematika, diharapkan untuk tahun 2005 seluruh ijasah setara Diploma tiga diperkenankan untuk ikut CPNS. Sekali keredahan hati Bapak Presiden untuk memperhatikan usulan saya sebagai wakil dari Guru bantu se Indonesia. Atau perekrutan tahun 2005 diprioritaskan Guru Bantu langsung menjadi PNS. Demikian saran2 saya jika ada tutur kata saya tak berkenan saya mohon maaf yang sebesar-besarnya.

Tertanda

Bamabang HS (di Madiun Jawa Timur)
NIGB : 131 700 175 ( angkatan tahun 2003)
alamat : SMK PGRI WONOASRI
TELP. 0351 383064
Kec. : Mejayan
Kota : Madiun
Propinsi : Jawa Timur

2. Sugianto - December 13, 2005

kepada
yth bapak presiden RI
di-
Jakarta.

Dengan hormat :
Saya mohon kiranya subsidi BBM yang di beri lang dengan uang tunai itu agar kami yang setengah miskin ini di beri juga pak sebab kamijuga sangat terkuras juga oleh dampak hargga kenaikan BBM sebab Harga barang melambung tinggi pak! kami yang setengah miskin ini pak adalah begini ceritanya pak,kami memang punya TV,punya Rumah sederhana tapi kami di pelosok dan tidak berdagang kami petani,dan kerja jadi buruh gaji murah/Rp 400.000/bulan Anak kami tiga semua memerlukan biyaya sekolah di kota sewa kost tiap bulan Rp 150.000,- belum biyaya hidupnya lagi belum untuk makan di rumah,harga beras Rp 4.500/kg belum lagi yang lain-lain,sedangkan beli TV itu dengan cara kredid itu sudah keadaan terpaksa pak,terkecuali orang pedagang karna orang pedagang itu uangnya tetap berputar walaupun sekrisis apa pun dia tetap tidak terasa,jadi sekali lagi kami mohon agar petugas yang betul-betul mengerti tentang kornologis katagory miskin ini supaya tepat sasaranya. jadi bagaimana yang wajib menerima, dan bagaimana yang tidak wajib menerima. jangan karna ada TV,karna ada motor udah busuk,lalu tidak dapat. demikian yang sebenarnya saya tuliskan di sini. terimakasih.dan saya minta maaf jika ada kata-kata yang kurang sumpurna/tidak berkenaan di hati bapak.

3. dian - January 30, 2006

Yth Bapak Presiden RI,saya ingin menanyakan apakah dalam proses penerimaan CPNS 2005/2006 masih adanya KKN?atau memakai uang.siapa yang dapat memberi uang maka ia akan masuk sebagai CPNS.Bagaimana dengan saya atau masyarakat yang lain yang tidak mempunyai uang dan hanya mengandalkan kemampuan otak saja? apa tidak ada kesempatan buat kami yang hanya orang kecil untuk menjadi CPNS.Bapak Presiden engkau pernah bilang kalu akan memberantas KKN,tetapi realitanya masih ada. seperti skarang akan ada test CPNS,para pejabat dimana mana menjadi lahan untuk mendapatkan uang. Saya berdomilisi di Sumatera selatan.Saya ikut tEst disuatu kabupaten yang ada di sumatera selatan tetapi saya mendengar katanya test ini hanya formalitas ajah karena yang akan masuk adalah anak anak pejabat dan yang mempunyai uang. seorang sarjana diminta uang sekitar RP.50 juta SK udah ditangan.Seperti daerah muara Dua,Lubuk Linggau,Baturaja mungkin daerah kabupaten lainnya,Seperti itu semua yang saya dengar.Bagaimana dengan nasip kai pak? Saya Mohon Bapak Presiden Dapat Menyelidiki Para pejabat atau bahkan Bupatinya apa kah ada kecurangan dalam test CPNS ini terutama didaerah Sumatera selatan( kab.Muara Dua,Baturaja,Lubuk Linggau Dll ),kalau bener ada kecurangan mohon ditindak lanjutkan baik pejabat/bupatinya.kalau perlu para pejabat yang melakukan KKN di berhentikan,sehingga para pejabat takut untuk melakukan KKN lagi.Saya yakin Bapak Presiden akan membantu kami sebagai orang kecil,yang ingin mencari kerja dengan murni bukan karena KKN.

4. apri handoko - March 1, 2006

kepada yth. bapak presiden RI, saya ingin bertanya kepada bapak, apa benar tenaga honor yang diangkat harus memiliki sk honor dari walikota/bupati, sedangkan kami tidak memiliki sk itu, kami hanya memiliki sk dari komite,kami honor lama, kalau kami mengikuti tes tidak ada gunanya karena kami tidak sebagai honor tetapi sebagai tenaga biasa. apakah benar itu keputusan dari bapak, coba bapak lihat dilubuklinggau masih banyak yang namanya KKN, masih ada tes cpns yang menggunakan uang, tolong pak ditindaklanjuti,kami ingin kepastian dari bapak untuk menolong kami.

5. SURYA NINGSIH - March 21, 2006

Kepada Yth. Bapak Presiden RI, sehubungan telah diumumkannya hasil seleksi CPNS tahun 2006 ini ternyata saya tidak berhasil. Dalam hal ini saya merasa kecewa disebabkan : sejak zaman kades saya sudah honor di Kel. Ulak Surung sejak tahun 1993 tapi SKnya tidak diterbitkan oleh Bupati, sedangkan Pemerintah Kota Lubuklinggau baru berdiri sejak tahun 2002 (SK saya baru berlaku tahun 2002), dengan melihat pengumuman ternyata honor-honor yang baru banyak yang lulus, kiranya bapak Presiden dapat mempertimbangkan atas yang telah terjadi khususnya di Pemerintah Kota Lubuklinggau, terima kasih. Hormat saya yang kecewa SURYA NINGSIH.

6. verenius siallagan - May 31, 2006

Surat terbuka kepada Presiden RI
Bapak Presiden Susilo Bambang yudhoyono yth,
izinkanlah saya menyampaikan surat terbuka ini untuk perhatian Bapak Presiden
..dimana perkara kasasi sejak thn 2000 di mahkamah agung sampai saat ini sampai di peti eskan alias di ninabobokkan,adapun yg berperkara adalah Mertua saya sendiri
dimana mereka ada 5 orang bersaudara ,akan tetapi sampai sekarang hanya satu orang yg menguasai,alangkah malangnya nasib mertua ku yang empat orang lagi hanya melihat harta warisan orang tuanya tidak bisa dinikmati bersama,
padahal di surat Akta notaris yg dikeluarkan di Pematang siantar jelas disebutkan:bahwa harta warisan harus dibagi bersama
..saya sebagai menantu merasa prihatin melihat nasib mertuaku JULIANA DAMANIK dkk
dan bigung harus mengadu kemana kami
dengan surat terbuka ini saya berharap kepada Bapak presiden agar sudi menolong kami yg tidak tahu masalah hukum di indonesia ini,dan besar harapan kami agar perkara kasasi dgn;no.2440k/pdt/2000
kiranya bapak presiden berkenaan dan sungguh-sungguh untuk menolongkami
terimakasih
pematang siantar 31 mei 2006
pelapor
verenius siallagan
al.jl.bayam no.37
tel.0622-7078999-dan 0622-7077011

7. verenius siallagan - May 31, 2006

Surat terbuka kepada Presiden RI
Bapak Presiden Susilo Bambang yudhono yth,
izinkanlah saya menyampaikan surat terbuka ini untuk meminta perhatian Bapak Presiden yang sunggu–sungguh memperhatikan rakyatnya yang membutuhkan pertolongan dari Bapak
adapun permasalahan yg kami hadapi masalah perkara kasasi yg masih di nina bobokkan di mahkamah agung RI
dgn no.2440k/pdt/2000 yang sampai saat ini belum ada realisasi dari MA
adapun yg berperkara lima orang bersaudara
masalah harta warisan orang tuanya
…saya sebagai menantu sungguh prihatin melihat Mertua saya JULIANA DAMANIK dkk,hanya melihat dan tidak bisa menikmati hasil harta warisan orang tuanya ,padahal dalam Akta notaris yg dikeluarkan di pematang siantar jelas disebutkan bahwa harta warisan harus dibagi bersama dan tidak bisa dikuasai oleh satu orang.
..entah kemana lagi memohon agar perkara yg kami alami bisa teraliasasi,terus terang kami buta masalah hukum sehingga kami bigung dan hanya bersabar tetapi sebagai manusia biasa mungkin habis kesabaran ditambah lagi umur mertuaku sudah semakin tua ….apa harus menunggu sampai meninggal dunia baru perkara bisa teraliasasi ?
..saya memohon dengan sangat kepada Bapak Presiden RI agar sudilah kiranya menolong kami yang lemah ini

terimakasih
pelapor
verenius siallagan
jln.bayam no.37 pematang siantar .sumut
tel.0622-7078999 dan 0622-7077011

8. Boby Wong - October 8, 2006

Pada saat ini, kita dapat banyak melihat perubahan menuju cara-cara pemikiran yang baru , baik itu sastra baru, metode penyampaian ide dan gagasan baru maupun strategi dalam dalam hidup yang baru, termasuk cara mencapai sesuatu yang sebelumnya belum pernah kita bayangkan , dalam tatanan social berbangsa dan bernegara, dan salah satu kemajuan terpenting dalam negara kita adalah perubahan tatanan penyelenggaraan Demokrasi kerakyatan yang di pimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan , terlepas bahwa manusia mempunyai indera ke enam yang tersembunyi disatu tempat yang kita kenal dengan anggota tubuh untuk mendeteksi sebuah kejadian yang telah terjadi dan fenomena yang belum terjadi dalam kehidupan ini. Namun sebaliknya estetika budaya dan sastra pun bagaikan bagian-bagian tubuh bangsa yang terpisah dari kehidupan suatu negera akan terjadinya demoralisasi , seperti prilaku Manusia dalam mengejahwantahkan Antara asmara dan negara menjadi sasaran utama dari suatu keinginan yang tidak muda untuk sosialisasikan. Hal ini memerlukan kemampuan yang sangat luar biasa untuk menjawab permasalah takdir titah alam semesta . yang saya katakan Alam”bumi Nusantarapun” berpesan bahwa pada dasarnya manusia Indonesia yang terkoorganisir dalam suatu bingkai NKRI untuk berorentasi dalam hidup dan menghidupkan kapasitasnya dan fikirannya serta daya perasaannya terkristalisasi dalam pengembangan intelektual akan mewujudkan bangsa Indonesia jaya dan menjadi besar , seperti halnya pengembangan pemikiran suatu line outhority atau garis kekuasaan yang disebut system suatu Pemerintahan Negara, seperti halnya pengembangan pemikran yang logis dan ilmiah atas pengorbanan bakat pembawaan masyarakat dan rakyatnya. Disini kalau kita kaji ada kecenderungan untuk meromantiskan masa lalu sejarah dengan suatu peradaban zaman baru tanpa menhilangkan arena kompetisi untuk menjadi manusia super. Se-iring dengan kemampuan diri dalam mengatur suatu asmara dalam pemikiran anak bangsa yang terlahir di bumi Nusantara , dengan tidak menaifkan suatu sudut pandang manusia dalam dua demensi cara pandang terhadap kehidupan sekitarnya . yang saya sebut ilmiah (logis) dan secara instink . Sehingga keduanya mempunyai bagian yang sama untuk menyoroti evolusi , dengan kata lain , semakin cepat dia menyadari semakin cepat menikmati dunia modern. Belajar bagi kelompok kecil manusia dan kondisi kehidupan golongannya, mayoritas mungkin tidak dapat diterima oleh mereka yang menyatakan “ bahwa cara-cara dahulu adalah yang terbaik, kita tidak boleh mengikuti bahwa Asmara dan ilmu pengetahuan telah memasukkan kwalitas kehidupan di suatu Negara . Meskipun kemajuan-kemajuan itu belum merata . aspek-aspek sastra kadang-kadang tidak terasa membutuhkan semua hal yang bersifat tehnologi dan peradaban suatu ethnis Bangsa yang terpelihara Idiologi maupun teologinya. Namun sebaliknya Antara Asmara dan negara dalam aspek ini mempunyai arti lebih dari sekedar ide pemikiran dan gagasan yang terkolaborasi dengan elemen perasaan setiap manusia di seluruh alam jagat raya ini, sekaligus pengaturan bolak-balik antar keinginan suatu kelompok manusia dengan segala kemampuan dan kelemahan yang di milikinya . Jadi Asmara dan Negara juga berarti suatu cerita anak cucu Adam yang hadir dalam pelukan sang pembawa kabar sastra suatu negeri yang elok nan cantik rupawan dengan seulas senyum bidadari dari taman surga firdausi yang sedang menjamu para malaikat dan orang-orang beriman dalam mendiskusikan Sejarah kepahlawanan suatu Negeri diatas permadani Tuhan Yang Maha pengasih dan Maha Penyayang . Seperti prinsif yang tidak dapat dirasakan kuat’ ketika anda mengambil nafas dalam-dalam secara berlahan-lahan sebagaimana fungsi olah pernafasan penting untuk mencegah tertutupnya tenggorokan “kata orang bijak dalam memberikan wejangan pada muridnya disuatu pertapaan yang di sebut kawah candra dimuko. Itulah pendahuluan kalimat antara Asmara dan negara .

Dalam keheningan malam kutelusuri sebuah arti kehidupan yang kadang melelahkan fikiran dan menjenuhkan perasaan anak manusia di bumi pertiwi yang tercinta ini, kadang datang , kadang pergi dengan harapan pasti , seperti terjadinya bangsa kita kali ini , disisi sana ada orang yang kelaparan disisi lainnya orang pesta dengan riang gembiranya mereka menghamburkan makanan , seperti perbedaan panasnya api neraka yang membakar manusia-manusia yang berbuat kemungkaran dan kekejian didunia dengan badan hangus sekujur tubuh kemudian dihidupkan lagi dan dibakar kembali sampai dosa-dosanya habis , begitu pula harum parfum surga firdausi yang dimpi-impikan mereka –mereka yang beriman di tepi telaga kehinaan dan penderitaan sewaktu didunia yang fana ini . itu semua arti kiasan dari kehidupan negara yang sedang berkembang ini dengan seorang presiden yang suka akan wisata untuk menimbah ilmu di negara lain.
Ku mengerti bahwa setiap pergulatan hidup ini penuh dengan rintangan dan hambatan yang harus kita hadapi bersama, dalam menyongsong Indonesia baru diera milenium yang membuat manusia-manusia kehilangan akan jati dirinya , dibalik terali besi penjara idiologi dan terkurung mutiara didalam samudra fikiran orang-orang yang mengerti Politik dan tata negara yang pasti. Yang jelas setiap kemesraan antara anak cucu adam di hamparan tikar tembikar yang berantakan terbakar oleh Keinginan individualistic semata , banyak menghasilkan kekecewaan dalam putaran roda kehidupan , seperti yang pernah kita telaah dalam konteks mencari barokah dari Alloh Swt. Bahwa untuk mendapatkan negara yang berkah harus ada
1)Mereka-mereka yang beriman kepada Alloh kepda rosulnya dan kepada pemimpinnya kepada sumber hukumnya dan kebudayaan yang dianutnnya
2)Mereka-mereka yang mendirikan sembayang /sholat dan atau membiasakan berdo’a kepada sang Penguasa sepenuh jiwa dan raganya.
3)Mereka-mereka yang memberikan sebagian rezekinya kepada mereka-mereka yang membutuhkan sesuai dengan segmentasi serta status yang mereka-mereka ketahui , ‘contoh bagi mereka-mereka yang mempunyai rumah lebih dari sepuluh diberikan pada orang-orang yang sama sekali tidak mempunyai tempat tinggal sesuai dengan tipe dan status sosialnya .bagi mereka-mereka yang memiliki makanan , uang atau kendaraan yang berlebihan diberikan pada mereka-mereka yang membutuhkan .
4)Mereka-mereka yang selalu mentaati hukum Tuhan sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing.
5)Mereka-mereka yang selalu patuh pada Rosullalloh dan para pemimpinnya sesuai dengan idiologi yang tidak bertentangan dengan ajaran kebenaran dan keadilan serta keluhuran budi pekerti.
6)Mereka-mereka yang selalu berjuang menegakkan kebaikan dan kebenaran serta berjuang menyingkirkan dan menghancurkan segala kema’siatan , kemungkaran , kesombongan , keserakahan , keangkuhan , ketamakan dan hal-hal yang sifatnya merusak kodrat kemanusiaan yang ber- KeTuhanan Yang Maha Esa serta kemanusiaan Yang adil dan beradab.Namun sejauh mata kita memandang kehidupan diantara puing-puing yang berserakan percintaan anak manusia yang selalu diringi dengan asmara dibalik tirai kejuhudan kepada dunia , tampak jelas bahwa segala sesuatu yang kita cari-cari ini, selalu ada badai gelombang yang menghadang serta mentelantarkan buah hati kejurang kedukaan , kesedihan dan kehinaan . sebaliknya dalam konteks Negara yang makmur adalah pengejahwantaan konsep Keimanan , Keilmuan dan pengamalan sebagaimana kerajaan-kerajaan dimasa Nabi Yusuf alaihi salam “terlihat jelas bahwa dalam mengatur roda Pemerintahan terdapat konsep dan planning yang sangat matang , itu semua dikarenakan tekstual Teori Tuhan yang Maha Esa terkolaborasi dengan fenomena Kehidupan sehari-hari , seperti mimpinya Raja tentang 7 Sapi kurus-kurus memakan 7 sapi gemuk-gemuk , itu adalah sebuah teori Tuhan yang dapat dimengerti oleh mereka-mereka yang diberi petunjuk , sekaligus kita harus mampu menelaah dan mengkaji sejauhmana Ilham yang diberikan pada Sang Raja tersebut, untuk Pelajaran Kehidupan yang akan datang
Keinginan itulah ku coba untuk mengadopsi Antara asmara dan negara sebagai wacana pengkajian ulang akan sebuah fenomena the way of living dan the way of thingking .Terlepas “pengertian asmara adalah suatu ungkapan perasaan kasih sayang dan cinta serta simpati sekaligus impati seseorang maupun makhluk yang hidup ini untuk mewujudkan manisfestasi persatuan lahiriyah dan bathiniyah dalam wahana kebersamaan keinginan adalah suatu anugerah Tuhan “ Anak manusia yang terlahir di hamparan permadani Tuhan ini, kiranya seperti melati putih yang tumbuh di semak belukar sehari tumbuh sehari gugur dalam mengemban visi dan misi makhluk yang bernama bunga atau kelompok bunga-bungaan, sebagaimana methaforis di bawah ini :
“ Apabila seseorang mandi , maka pada umumnya sudah menjadi keharusan serta suatu perbuatan yang benar apabila Air yang disiramkan pasti dari atas terlebih dahulu dan selanjutunnya kebawah bukan sebaliknya dari bawah keatas atau juga hanya dari leher kebawah sehingga kepalanya tidak terbasuh , begitu pula logika hukum yang harus diterapkan di negara kita ini . Dalam pemikiranku bahwa untuk menjadikan negara yang patuh diikuti apabila sebuah Negara tersebut mampu melaksanakan hukum dari segala lapisan . atau dengan kata lain Hukum yang ada di negara tersebut Adil dan benar di trapkan.Itu berarti pula bahwa untuk terciptanya supremasi hukum itu harus diberikan suri tauladan terlebih dahulu oleh seorang pemimpin maupun pimpinan serta Alim ulama , tokoh agama sekaligus system yang ada , dengan perwujudan kongkritnya sosialisasi supremasi hukum di laksanakan yaitu harus berani mengatakan dan menghukum seseorang yang terbukti bersalah malaupun yang terhukum ,terdakwa atau terkena sanksi tersebut adalah seorang Pejabat . sebab pada hakekatnya suatu hukum adalah kebijaksanaan publik untuk memberikan sanksi terhadap makhluk atau manusia yang telah melanggar aturan yang telah di sepakati maupun telah di sampaikan atau diUndangkan . dan yang jelas prasyarat berdirinya sebuah negara seharusnya disamping mempunyai wilayah, mempunyai Pemerintahan dan mempunyai rakyat , harus adanya hukum yang berjalan yang baik dan benar untuk mentertibkan aturan main dalam sebuah negara tersebut, sebagaimana saya katakana kalau negara tersebut mampu dan berani memberikan sanksi hukum terhadap si pelanggar hukum , maka negara tersebut akan di jadikan barometer teori kehidupan barbangsa dan bernegara , sebagaimana terpetik dalam syairku “

Wahai para pembesar negeri
Berikan contoh bahwa engkau mampu
Mampu membuat hukum yang baik dan benar
Mampu menghukum engkau sendiri
Dan mampu menhukum setiap saat
Dimana saja engkau berada
Dengan siapa saja engkau lakuhkan sama
Wahai pembesar negeri
Sebenarnya negeri ini nan elok catik jelita
Sehingga sudah menjadi kewajiban dan keharusan
Engkau kibarkan panji KeAdilan
Panji Kebenaran
Panji kemakmuran
Panji perdamaian
Dan kibarkan panji keluhuran budi pekertimu..!

Terlepas itu kusadari bahwa kedukaan sang pembawa coretan tinta ketulusan dibalik terali besi penjara ketakaburan sang penentang kemesraan dan kedamaian kehidupan ini terasa menyengat kalbu para pembawa kabar kebenaran dan kebaikan untuk masyarakat dan bangsa juga negara yang selalu berpelukan dengan dinamika dan romantika percaturan politik serta cengkraman kuku singa kegetiran perasaan disaat asmara para pejuang idealisme suatu bangsa yang terbingkai dalam Negara kesatuan Republik Indonesia dilunturkan oleh penodaan pengkianatan kapitalism, kolonialisme Ekonomi pasca Milinium IV decade sekarang ini .
Yang jelas dalam konteks kemesraan dan Kenegaraan harus kita wujudkan dalam sebuah kehidupan di negara kita ini , artinya setiap indiviualistik masyarakat yang sekarang ini sedang menjalar hampir di seluruh urat saraf komponen bangsa Indonesia , harus mampu terkikis habis oleh sejuknya angin demokrasi yang akan bergulir di segala penjuruh Tnah Air Indonesia , sehingga Negara dan Bangsa Indonesia mampu melintasi dan menjawab setiap problematika yang ada serta perbedaan sesama rakyat dan bangsa-bangsa yang ada di dunia “ seperti kumbang yang ingin memadu kasih dengan mesranya pada bunga-bunga yang tumbuh di halaman sebuah areal ketulusan dalam menciptakan madu kesehatan untuk para maklhuk yang membutuhkan serta menginginkan nikmatnya Anugerah Tuhan yang berupa madu tersebut, atau sebaliknya Kusarankan padamu wahai para penghuni lembaran alam jagat raya yang fana ini ,”sebelum engkau menghadap Sang Maha pencipta sudahkan engkau lakuhkan mencari hakekatnya antara asmara dan negara dalam perwujudan pelarutan diri pada hal-hal yang amat di cintai oleh Tuhanmu dalam mengemban amanh bertiupnya angin demokrasi di Negara kesatuan Republik Indonesia . oleh sebab itu mari kita renungi hidup ini sejenak (Tahan nafas dalam-dalam hitung sampai tujuh belas kali kemudian keluarkan melalui mulut berlahan-lahat, dan rasakan )
Tuhanmu pada hakekatnya cinta pada mereka-mereka yang selalu dalam kebersihan hati , fikiran perasaan dan jasmani serta amal perbuatan mu juga kebersihan materialis yang engkau dapat , wahai saudaraku . Tuhanmu amat cinta pada mereka-mereka yang selalu menanamkan nilai-nilai kesabaran, kesyukuran dan nilai-nilai ketulusan dengan siapa saja , kapan saja , dimana saja engkau berada.
Tuhanmu yang juga amat cinta terhadap mereka-mereka yang komitmen terhadap perkataan dan perbuatannya serta amat cinta pada orang-orang yang bertemu karenanya , bersahabat karenanya, berpisahpun juga karena-Nya seiring dengan syair di bawah ini :
Tuhan amat cinta pada orang yang sabar
Tuhan amat cinta pada orang yang Ikhlas
Tuhan amat cinta pada orang yang bersih
Tuhan amat cinta pada orang yang benar
Tuhan amat cinta pada orang yang Adil
Tuhan amat cinta pada orang yang bersyukur
Tuhan amat cinta pada orang patuh padanya
Dan yang terpenting Tuhan akan selalu cinta pada orang-orang yang mencintainya
Seperti pelukan pandangan spiritual orang sufi dengan-Nya dalam konteks kasih dan sayang Tuhan…
Kembali pada pergumulan hidup yang teramat berat bagi mereka-mereka yang selalu merindukan kesucian diatas pucak Gunung merapi kejuhudan juga kecintaan pada line authority kehidupan di negara ini , seperti cerita anak desa yang sedang mengembalakan kambing di sebuah pinggiran rel kereta api . tiba-tiba ia melihat tali-temali yang mengikat kerbaunya itu tertahan oleh sebuah tali kabel dengan listrik kereta api, namun sejalan dengan itu pandangan matanya yang menelususri tali temali yang yang mengikat tadi , ia tersentak ketika melihat ada aliran kabel lain dengan tiga buah granat yang siap meledak di atas rel jalan kereta api tersebut, dengan hati dan fikiran yang penuh dengan jiwa kebersihan serta cinta akan suatu kedamaian serta keselamatan orang banyak , maka anak desa tersebut lari untuk melaporkan suatu kejadian tersebut pada seorang penjaga pintu rel kereta api itu (atau pengawai penjaga pintu rel kereta api) sepontanitas sang pegawai jawatan kerata api tersebut menelpon Polri , selanjutnya Polri dengan penuh siap memerintahkan pasukan Gagana untuk meninjau loksai ditemukannya gulungan kabel listrik dengan tiga buah granat tersebut, selanjutnya di amankan , berkat keahlian dan kehebatan Polri dalam mengantisipasi meledaknya granat tersebut , maka di lepaskannya jeratan tali kabel listrik dengan 3 buah granat yang terlilit pada rel kereta api tersebut , dan pada akhirnya selamatlah penumpang kereta api yang akan melintasi rel jalan Kerta api pada lokasi tersebut ,dari ancaman kecelakaan pengemboman . sejalan dengan itu kalau kita kaji bahwa pribadi anak desa yang pertama melihat dan gulungan Kabel dan 3 buah granat tersebut, pribadi yang bijaksana dalam teori penyelamatan manusia lainnya , sehingga wajar saja dan menjadikan suatu keharusan bagi pemerintah untuk memberikan balas jasa terhadap anak desa tersebut berupa beasiswa untuk bisa melanjutkan sampai kejenjang perguruan tinggi nanti. Sementara itu Kalau kita lihat dari secuil cerita tersebut , sudah atau bisakah kita lakuhkan..? itu jelas bahwa pada hakekatnya anugerah Tuhan itu selalu mengiringi mereka-mereka yang jujur dan mengerti akan arti sebuah penyelamatan hamba-hambanya dibalik kesedihan yang ia derita selama ini. Dan yang terpenting bagi kita yang melihat dan mengamati kehidupan di alam jagat raya ini , mari kita panjatkan syukur kehadirat-Nya agar kelak ditambah oleh_Nya suatu nikmat yang kita rasakan sekarang ini , Baik asmara baik kondisi negara yang sedang menghadapi persaingan global di era perubahan peradaban zaman milinium Ke IV ini oleh sebab itu seiring dengan merenungi alam yang ada mari kita bacakan suatu puisi “sebagaimana puisi yang bernuansa asmara seperti di bawah ini “

PUISI KABUT CINTA

Merana dalam kegetiran perasaan
Diatas samudra kerinduan yang tak pasti
Hitam menyelimuti fikiran diatas ranjau kedamaian
Hanya secuil logam dalam genggaman
Malam penuh dosa dan luka
Seteguk air surya ketenangan
Menghalau duka diujung kematian
Menari di pusaran penderitaan dan kemelaratan
Tertidur lelap dalam angan-angan
Oh… ini kah suara hati yang paling dalam
Ketika cinta berlabu di kejauhan
Tanpa seulas senyum dibalik tirai mutiara kenangan
Kini yang ada tinggallah ratapan
Disini tak mungkin embun pagi mampu menyejukkan cinta atau kabut mampu menerangi dunia dihari sunyi ini
Hanya do’a menerawang keangkasa indah
Tuk bertemu sang penguasa alam jagat raya
Begitulah kabut cinta menghadang di angkasa
Namun syair asmara negara akan menebusnya
Dengan suati etika dan dialektika naturalis indah
Dibalik gelapnya kabut cinta anak manusia
Di hamparan Bumi Nusantara
Indonesia

9. DIDIN MAFRUDIN - October 12, 2006

Bapak Presiden yang terhormat, semoga dalam lindungan Allah SWT. Amin.
Pada kesempatan ini saya ingin menyampaikan kekhawatiran tentang honor guru bantu periode agustus-september 2006 yang belum cair. tolong diperhatikan. sekian dan terima kasih.

10. Dear Mr. President Susilo Bambang Yudhoyono… - Journal by The Lightbeamers, MD. - January 11, 2008

[...] Read the letter here. Note: The blog post has been replied with several letters to the president as well. [...]


Sorry comments are closed for this entry