jump to navigation

Kodok Gendut April 18, 2006

Posted by JalanSutera.com™ in Blog.
trackback

Kodok tambun lebih rakus daripada kodok kurus.

Kalau paman yang satu itu punya kodok yang bisa ngerock, saya punya kodok yang perutnya gendut. Kodok yang terbuat dari keramik ini sungguh rakus. Kodok yang pendiam ini tidak bisa ngerock, tapi rakus. Lihat saja matanya yang besar dan melotot itu. Nggak heran kalo ada anak kecil yang takut memegang kodok ini. Mulutnya juga super lebar, hampir selebar kepalanya. Dari atas dia tampaknya cemberut, padahal kalo dilihat dari depan dia manis, lho. Selalu senyum, tapi.. rakus!

Mengapa rakus? Mungkin ini salah saya mengapa memilih kodok yang perutnya besar sehingga uang berapapun akan ditelannya tanpa bekas. Benar-benar greedy kodok ini.

Awalnya adalah sebuah ide untuk mempunyai celengan tempat uang-uang recehan dimasukkan. Entah mengapa kami akhirnya memilih bentuk kodok yang tingginya sekitar 30 centimeter ini. Sejak sekitar dua tahun lalu kami masih rajin mengisi recehan lewat mulut kodok yang sedang tersenyum ini. Mulut ini oke-oke saja menelan uang lima ratusan logam.

Dulu, waktu pertama kali dibawa masuk ke rumah, sang kodok menolak menerima uang cepekan yang memang lebih tebal. Saya paksa si kodok ini untuk menelannya. Caranya? Gampang saja, mulutnya saya gergaji sedikit agar lebih lebar. Hehehehe, uang cepekan pun sekarang dengan mudah ditelannya. Mampus, loe!

Dua tahun telah lewat, perut tambun si kodok belum sampai setengahnya berisi. Jangankan setengahnya, seperempatnya juga keliatannya belum sampai, kok. Tapi, kami masih setia mengisinya dengan recehan kembalian uang tol. Kapan akan penuh? Nggak tahu dan nggak perlu dipikir.

Be the first to like this post.

Comments»

1. didats - April 18, 2006

dulu, seorang temenku punya celengan bambu.
ketika dibuka, isinya recehan semua.

tau berapa jumlahnya?

hampir 5 juta…!!!
hihihi

2. Eka - April 18, 2006

Minggu lalu, saya baru aja bongkar celengan–bentuknya burung, bukan kodok. Recehan semua dan … sudah menghitam!

3. Dedhi - April 19, 2006

Gak penuh penuh? Ah jangan jangan bawahnya bolong dan diambil anak buat jajan..hihihi

4. kere kemplu - April 19, 2006

gyeh, kiye tuku ning klampok ya? kepriben? :)

5. hericz - April 21, 2006

Walah, kok jadi banyak kodok bertebaran di blog beginih.

Awas bahaya penularan penyakit Kodokipus Katakinaceae

6. jaka - April 21, 2006

kodok memang binatang yang yang hidupnya di bawah,tetapidia puna kelebihan.

7. wisnu - July 5, 2007

namanya celengan itu ya tempat nyimpan uang koin yang bentuknya babi atau celeng. masak tempat nyimpan uang koin berbentuk kodok atau ayam masih dibilang celengan !? harusnya kan dibilang kodokan atau ayaman, iya nggak ?

8. iis rizky - May 9, 2008

Sikodok pendiam ini menurut legenda china, adalah dewa uang. Makanya celengan paling bagus dibuat bentuk kodok,maksudnya agar duitnya awet. Cuma sikodok penjaga uang itu masih kalah sama Tuyul !apa lagi tuyul yg doyan nasi.

9. urip raharjo - January 27, 2009

asslm pak …met malem sugeng ndalu,ngomong2 soal kodok dulu wkt di kampung saya juga pernah gak makan sate kodok?kt simbah sih byk pitaminnya.bener gak ya?

10. ade - June 11, 2010

aya2 wae….


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>