Pak Tua itu May 22, 2006
Posted by JalanSutera.com™ in Blog.trackback
Jangan mati dulu, Pak Tua. Tunggu 32 tahun lagi.
Saya selalu berdoa semoga Pak Tua selalu panjang umur. Saya yakin dokter-dokter paling hebat di Indonesia ini mampu menaikkan kadar hemoglobin Pak Tua sampai taraf yang dibutuhkan agar Pak Tua bisa tetap sadar meskipun sakit. Saya juga selalu berharap agar pendarahan masif di usus besar Pak Tua bisa segera pulih kembali sehingga makanan apapun bisa masuk ke dalam perut. Masih ingat khan berapa ratus juta pajak yang ditilep untuk program mobil nasional? Uang itu khan bisa untuk memuaskan perut Pak Tua itu.
Saya juga berahap masih ada orang yang mau melakukan transfusi darah ke badan Pak Tua. Bukan apa-apa, bukankah dari dulu memang Pak Tua adalah penghisap darah? Bukan hanya darah orang kaya, pengusaha, dan lawan politik. Darah mahasiswa pun Pak Tua hisap. Sampai sekarang ternyata Pak Tua masih juga suka menghisap darah. Kali ini mungkin darah dari PMI, ya?
Saya juga ingin agar Pak Tua tetap bisa menghirup oksigen. Pak Tua, oksigen di negeri ini masih gratis kok. Tapi, untuk orang setenar Pak Tua, semahal apapun oksigen itu, republik ini saya pikir masih kuat mengongkosinya. Jangankan oksigen yang bersih, murni dan menyehatkan, oksigen impor pun akan kami datangkan jika memang diharuskan. Dulu Pak Tua mengimpor yang kapal bekas dari Eropa, sekarang kami akan datangkan oksigen untuk kesehatan Pak Tua. Tapi, kok kelihatannya pulih 100% nggak mungkin, ya? Biarlah, toh yang merasakan sakit cuma Pak Tua saja.
Saya juga selalu ingin agar usus Pak Tua yang dipotong bisa segera pulih. Kenapa dipotong, Pak Tua? Apakah isi usus itu telalu banyak sehingga harus dipendekkan? Jangan khawatir Pak Tua. Kami bisa memanjangkannya lagi kalau memang Pak Tua ingin “makan” lebih banyak dan lebih kenyang lagi.
Saya juga ingin ginjal Pak Tua segera pulih supaya segala macam minuman bisa ditenggak dengan lancar. Indonesia masih punya banyak cairan berharga, kok. Jutaan barel minyak masih tersedia untuk ditenggak. Kapan Anda siap kembali meminumnya, Pak Tua?
Pak Tua, saya ingin agar Anda tetap bisa sadar walaupun sakit. Jangan berkecil hati, di Merapi masih banyak juga orang yang sengsara. Anggap saja mereka senasib. Anda tidak sakit sendirian, Pak Tua. Indonesia sejak dulu juga sakit, kok.
Pak Tua, sebentar lagi Anda ulang tahun. Ayo, sadarlah meski sakit. Berulangtahunlah sampai lebih dari 32 tahun lagi. Rasakan semuanya sekarang. Rasakan, Pak Tua! Rasakan semuanya!
Selamat ulang tahun, Pak Tua. Jangan mati dulu. Tunggu 32 tahun lagi!


Blog ini milik Pujiono, seorang pekerja media yang tinggal di Tangerang. Dia bukanlah seorang wartawan. Dia juga bukanlah orang yang punya krenteging ati untuk secara teratur menuliskan pikiran dan ide lewat blog.
Pak Tua? siapa sih?
halah!! pake nanya lagi…
orang baik mati cepat :)
kalo ga mati2, menderita di dunia
menderita pula di akhirat
semoga dosa2nya diampuni
hahaha… keren.
sudah waktunya mungkin,
semoga masih banyak orang yang akan memaafkan dia.
pak tua……..istirahatlah
seko geni bali geni,
seko bumi bali bumi,
seko mati bali mati,
Innalillah……….
HAHAHAHAHAHAHA :))
Gile juga nich blogs.
Pak Tua: Insyap Pak Insyap .. dah balikin deh duit rakyat , baru dapat pengampunan.
maksudnya ulang tahun apa nih :P
Kamu yang sudah tua, apa kabarmu? Katanya baru sembuh, katanya sakit. Jantung, ginjal dan encok… sedikit saraf. Hati-hati Pak Tua, istirahatlah. Di luar banyak angin…. Pak Tua sudahlah… Kamu sudah terlihat lelah, oh yeah… Pak Tua sudahlah… Kami masih mampu bekerja, oh yeah… Pak Tua… ohhh… ohhh…
lirik lagu elpamas judulnya paktua
:D
Bener Andri. Ada lagu yang judulnya Pak Tua dari grup band yang namanya Elpamas. Sudah lama banget sih, mungkin sekitar tahun 90-an, ya?
Selengkapnya liriknya adalah sebagai berikut:
Pak Tua
Artist: Elpamas
Album: Tato
Kamu yang sudah tua, apa kabarmu
Katanya baru sembuh, katanya sakit
Jantung, ginjal, dan encok, sedikit sarap
Hati-hati Pak Tua istirahatlah
Diluar banyak angin
Kamu yang murah senyum, memegang perut
Badanmu s’makin tambun memandang langit
Hari menjelang magrib, Pak Tua ngantuk
Istri manis menunggu, istirahatlah
Diluar banyak angin
Pak Tua sudahlah
Engkau sudah terlihat lelah
Pak Tua sudahlah
Kami mampu untuk bekerja
Pak Tuaa
Wah, ini, yang seperti ini menentramkan
salam
pak tua…
sebelum pergi
sadarkan anak-anakmu
ingatkan mantu-mantumu
nasehati cucu-cucumu
pak tua, pergilah ke merapi dulu
tanyakan pada teman sebayamu
kembalikan harta rakyatmu
[...] Hari ini pak tua itu genap berusia 85 tahun. Orang yang disebut sebagai duri dalam daging ini seperti dugaan semula bisa menerobos melewati ulang tahunnya. Bisa dipastikan ulang tahun orang tua ini tidak akan semeriah tahun-tahun ketika dia masih memegang kekuasaan negeri ini. [...]
pak tua…?! udah bau tanah?! segala yang telah kau perbuat semakin jelas… kebaikan atau keburukan yang terkumpul dari yang kau perbuat sudah mengarah pada kesimpulan… engkau termasuk orang baik atau orang jelek…
masih gak ngerti siapa seh?
hayah…
kura-kura dalam lemari
pura-pura tidak mengerti
huehehue…
Siapun pak tua, manusia pasti menjadi tua. Kalaupun ada yang tidak menjadi tua, pasti mati muda.Ayak2 wae!!!!
Pak Tua jangan mati kau. Buktikan ilmu pesugihan dan santet mu nomor satu seantero jagad ini.
Anyway boçah, minta izin bolehkah saya çopy-paste -_-! , tulisan anda yang sangat berharga ini diweb-blog saya di:
[b]Politik, Bisnis, Birokrasi, Mafia dan Darah.[/b]
http://phoenixblood.wordpress.com/