jump to navigation

Kejutan Piala Dunia itu June 12, 2006

Posted by JalanSutera.com™ in Blog.
trackback

Kejutan pertama bukan berasal dari lapangan hijau, tapi dari studio SCTV.

Betapa senangnya saya yang tidak bisa menonton partai pembukaan Piala Dunia yang ditayangkan oleh SCTV. Maklumlah, ketika acara tersebut digelar, saya sedang berada di tengah hutan Lampung. Di sana sinyal SCTV dari Bandar Lampung sangat lemah sehingga gambarnya tidak nyaman ditonton. Sinyal dari Palembang pun tidak bisa ditangkap juga meskipun antena UHF sudah dipasang setinggi pohon kelapa. Sementara itu sinyal SCTV dari satelit hanya menayangkan gambar-diam ketika siaran sepakbola sedang ditayangkan.

Eit…, kenapa saya senang?

Ternyata oh ternyata ada kejutan dalam siaran langsung yang dipelototin oleh jutaan pasang mata di seluruh nusantara itu. Kejutan itu adalah munculnya anak Pak Tua dengan rambut disasak tinggi dan tergerai di kedua pundaknya. Kata temen yang nonton siaran itu, gaya bicara anak Pak Tua ini jauh dari meyakinkan. Bolak-balik matanya mencari-cari teks yang harus dibacanya. Belum lagi gaya mulutnya yang munca-muncu (halah, bahasa opo to iki..)

Waduh, saya nggak langsung percaya sama temen. Saya coba baca di The Jakarta Post sebuah tulisan yang berjudul “Suharto clan riding the World Cup wave on SCTV” di edisi Hari Minggu, 12 Juni 2006 halaman 2. Di dalam tulisan itu, Ade Armando dari Komisi Penyiaran Indonesia memberikan komentarnya:

“Technically speaking, she is not someone who knows a lot about soccer. Politically, she is not known as clean figure and physically she is not very attractive to lure viewers.”

Ingat, itu kata-kata dari Ade Armando, lho, yang merupakan pakarnya komunikasi. Eh, ceritain dong gimana gayanya anak Pak Tua itu. Asyik, nggak sih?

Be the first to like this post.

Comments»

1. manda - June 12, 2006

ah..numpang terkenal..sayang not in right time and right place..

apa gara2 keluarga cendana pemilik saham sctv kali ya>

2. Hedi - June 12, 2006

wah ora mbois blas, nyaris ga ada mutunya…ya itu tadi, munca-muncu (monyong) hehehe

3. reza - June 12, 2006

Gile….maunya apa sih keluarga pak tua sampe hiburan satu2nya juga dikerjain…:p

4. didats - June 12, 2006

aku aja kaget banget mas…
males banget deh nontonnya…

masih untuk nyiarin sepakbola..
masih layak di tonton acaranya…
tapi bagian ngomong2nya udah gag layak lagi…

kapan ya disingkirin itu ibu ibu…

5. e8ayz - June 12, 2006

Parah tu SCTV… masak pembawa acaranya ibu-ibu yang udah tuek.. Bikin ilfil ajah

6. Imponk - June 13, 2006

Haha.. mosok muncu-muncu? :p

7. alin - June 13, 2006

munca muncu maksudnya menyunyu y (malah tambah aneh)

8. JalanSutera.com » Presenter Cendana itu - June 14, 2006

[...] Kenekatan SCTV memasang komisarisnya yang sekaligus anak Pak Tua menjadi presenter Piala Dunia menuai protes dari para penggila bola. Rata-rata dari mereka merasa terkejut dengan penempatan Titiek sebagai presenter acara televisi yang sudah dinanti-nanti oleh jutaan pasang mata. [...]

9. Indrayana Tirtayasa - June 14, 2006

Mungkin pembawa acara yang asli tiba-tiba berhalangan hadir, sedangkan di studio tidak ada orang yang mampu membawakan acara. Jadi si ibu sebagai rasa tanggung jawabnya, memberanikan diri untuk maju tampil di depan kamera.

Mari kita berkaca positifnya saja. *ehehe*

10. Jauhari - June 16, 2006

Pokoknya aneh banget deh. dia muncul TENDANG acara ke TIPI lain :D

11. Lune - June 20, 2006

acara apa? afi aja ogah kayaknya :P

12. Tabah Budi - June 21, 2006

Sayang banget aku gak nonton. Padahal lumayan buat bahan cerita sama anak cucu :))

13. mbak nina - June 27, 2006

untuuuung udah gak dipake lagi sama sctv, untuuuuuuuuung cuma bertahan sampe babak penyisihan aja,soalnya kalo dia masih dipake bisa2 aku mutah mutah terus sampe isi wetengku metu kabeeeh hueeeeeeeek hueeeeeeeek

14. Pernah hidup di Orde baru - June 29, 2006

muntah-muntah jijik jijik, waktu sd kalo ditanya sapa bapak pembangunan pasti ngejawab Bapak Suharto . Giliran udah jatuh dimuntah – muntah . dasar indonesia

15. man from the past - June 29, 2006

mbak titiek itu sebagai komisaris SCTV, kan punya wewenang nentuin ape aje, jadi ya ngga usah pada protes wong nyatane sing menangin hak siar World Cup 2006 ya SCTV. jadi peran mbak titiek itu besar lho jadi kita di indonesia bisa liat World Cup 2006.
meskipun sejujurnya kalo disuruh ngeliat tuh orang, HOEK……..SOR !!!!


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>