jump to navigation

Komik Pemburu Koruptor itu June 23, 2006

Posted by JalanSutera.com™ in Blog.
trackback

Komik bagus dari KPK untuk kampanye antikorupsi. Efektifkah?

Komik, buku bacaan yang sebagian besar isinya gambar dengan balon-balon percakapan, sekarang digunakan oleh KPK untuk memasyarakatkan gerakan anti korupsi. Komik ini judulnya Pemburu Koruptor. Di bagian bawah judul, semacam sub-judul, ada tulisan dalam tanda kurung Pajak Bukan Palak. Logo KPK, penerbit serial komik anti korupsi ini, ada di sisi kiri atas.

Komik yang didesain oleh Eko S Tjipatadi ini setebal halaman, semuanya hitam putih. Yang berwarna hanya sampulnya saja. Penulis cerita komik ini adalah Sony Wibisono. Ilustratornya ada lima orang, yaitu Dhian Praseya, Bondan Bondowoso, Deny Himond, Prie Spidol dan Johanes Pambudi.

Tokoh utama cerita Pemburu Koruptor ini ada tiga orang: Tara, Imel dan Tifa. Biru Laut Nusantara, nama panjang Tara, adalah pacarnya Imel. Tara menjadi korban kekacauan yang terjadi di kantor bapaknya. Ayah Tara yang bekerja di kantor pajak diceritakan menjadi terkucil diantara teman-temannya yang korup. Ayah Tara adalah tipikal orang yang jujur, tidak korupsi dan bekerja berdasarkan aturan. Akibatnya, ayah Tara tertekan, stress. Sebagai anak yang berbakti, Tara ingin meluruskan hal ini bersama Suci Melati alias Imel. Mereka berdua bekerjasama dengan Tifa yang jenius untuk memburu para koruptor di kantor pajak.

Cerita komik terbitan tahun 2005 ini sangat kentara sekali antara hitam dan putih, salah dan benar. Tapi, inilah usaha yang dilakukan oleh KPK untuk bisa berkomunikasi dengan anak muda.

Tara, sosok yang namanya mirip dengan bintang Tora Sudiro yang sedang naik daun itu, digambarkan sebagai anak yang suka olahraga. Badannya tinggi besar. Wajahnya keren. Kendaraan andalannya adalah skuter dengan tambahan bak penumpang di sisi kirinya. Di situlah Imel membonceng dan Tifa di belakang Tara. Secara keseluruhan sebenarnya komik ini bagus. Tapi, perlu ada pendalaman lebih lanjut mengenai efektivitas kampanye ini bagi anak muda.

Ada yang pernah baca komik ini? Gratis lho… Eh, ngomong-ngomong, efektif nggak ya kampanye antikoripsi dengan cara gini?

Be the first to like this post.

Comments»

1. Mbah Dipo - June 23, 2006

Ha wong yang korupsi itu yang sudah tuwek-tuwek bangkotan kok.. Yang diwejang malah yang nom-nom. Kalo yang muda-muda itu khan masih belom kena racun korupsi.
Mending bikin kliping tentang foto-foto koruptor yang dihukum mati di China, atau yang dipancung di Arab Saudi. cari foto-foto yang sadis, brutal dan bikin muntah-muntah dengan sekali lihat. Trus dibagi-bagikan ke pejabat-pejabat yang posisinya rawan korupsi. ben mencret sisan koruptor nya.

2. Hedi - June 24, 2006

komiknya sih keren, mas tapi koruptor ga kapok pake gituan. Bagusnya rumah mereka dicat tulisan koruptor aja spt yg pernah dibuat masyarakat dekat sma saya dulu, hehehe

3. puty - June 24, 2006

ini efektif kayaknya buat memajukan komik lokal. tapi buat memberantas korupsi? pengadilan aja ga mempan kayaknya? :P

4. didats - June 26, 2006

#2 setuju sama mas hedi…
birokrasi kita terlalu njilemet
susah ngeberantasnya…

5. david pangemanan - December 9, 2008

INFORMASI TENTANG GRATIFIKASI

Diinformasikan kepada semua pihak yang concern terhadap masalah korupsi di Indonesia bahwa sekira pada tanggal 19 – 20 September 2005 telah terjadi tindakan melawan hukum (gratifikasi) bertempat di Polda Jawa Tengah di Semarang.

Adapun pihak-pihak yang terlibat selaku Pemberi Gratifikasi dalam peristiwa ini adalah :
1. PT. Tunas Financindo Sarana (PT. Tunas Finance) yang diwakili oleh Sdr. Dudi Ali Imron dan seorang oknum polisi (AKP. SP.)
2. PT. Asuransi Wahana Tata Cabang Surakarta yang diwakili oleh Sdr. Agustinus Maliluan. Dalam hal ini, PT. Asuransi Wahana Tata bertindak sebagai penyandang dana yang jumlahnya sebesar Rp. 5.400.000,00 (Lima juta empat ratus ribu rupiah)

Tindakan gratifikasi ini dilakukan dalam rangka pengurusan surat Nomor: B/3306/IX/2005/Reskrim tanggal 19 September 2005 tentang Laporan Kemajuan Penanganan Kasus Pencurian KBM Truck Nomor Polisi H. 1609 JA di Kepolisian Negara Republik Indonesia Daerah Jawa Tengah.

Sebagai bukti awal dari tindak pidana ini adalah foto copy pembayaran yang dilakukan oleh PT. Asuransi Wahana Tata kepada PT. Tunas Financindo Sarana sebesar Rp. 5.400.000,00 (Lima juta empat ratus ribu rupiah), sebagaimana yang tercantum sebagai Bukti T.40 (halaman 13 point 40) Putusan Perdata Nomor 13/Pdt.G/2006/PN.Ska di Pengadilan Negeri Surakarta

Demikian informasi ini disampaikan sesuai keadaan sebenarnya serta dapat kami pertanggung-jawabkan sepenuhnya didepan hukum. Selanjutnya kami mohon dilakukan pengusutan dan tindaklanjut sesuai dengan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku di Indonesia. Terima kasih.

Yogyakarta, 9 Desember 2008

Pelapor,
David Pangemanan. (david.pangemanan@yahoo.com)
No. HP. (0274) 9345675 ; 0812 2718 5444

6. GODNOTICE - February 2, 2009

Brigade Pemburu Koruptor heh…..?????
Mana reputasimu…??? Kok gak kedengaran sama sekali.
Jangan-jangan cuman ngejar duit koruptor, biar ikut kecipratan.

7. suga - February 4, 2009

tapi percuma keliatannya untuk memberantas para koruptor,
disindir kayak gimanapun tetep aja gag punya malu.
bahkan dengan ketegasan KPK aja masih tetep banyak koruptor.
tp kelihatannya bagus nih komiknya , buatan indonesia ya mas??
ada yang punya nggak? bagi2 dunk, jadi penasaran..

8. Nabilla Eda Yusufa - May 28, 2009

bagus ya..saya juga pernah baca di sekolahan…tatimel alias tara,tifa,imel..bagus abis..biar kalo jad ketua barong sampe ketua osis gak korup!!!


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>