Brondong itu July 7, 2006
Posted by JalanSutera.com™ in Blog.trackback
Brondong ini memang manis. Tapi, bukan brondong yang negatif itu, lho..
Kemarin, ketika istirahat dalam perjalanan liburan, ada brondong yang manis. Hey, jangan ngeres dulu pikirannya. Brondong ini adalah jenis makanan. Saya tidak tahu mengapa sekarang istilah brondong bergeser menjadi negatif, ya?
Dulu, waktu kecil, ada juga brondong yang terbuat dari jagung seperti halnya pop-corn yang kita kenal sekarang. Rasanya tidak terlalu manis. Soalnya sang pembuat hanya menambahkan sedikit sekali gula untuk sebagai salut bulir-bulir jagung yang merekah ini. Makanan ini sering ditawarkan oleh pemulung sebagai barteran dengan barang-barang bekas yang kita berikan ke mereka. Itu terjadi dulu ketika saya masih SD. Malangnya, saya nggak doyan makanan ini. Nggak tahu kenapa kepala pasti jadi pusing kalau memakan brondong jagung yang rasanya nyaris sepa ini.
Nah, brondong yang saya temukan di Rumah Makan Bie Seng di daerah Losari, Brebes ini tentu berbeda. Saya menyebutnya sebagai brondong beras. Brondong ini ringan sekali. Salutan gulanya juga banyak, makanya rasanya mantap manis.
Tapi, kenapa mereka mencantumkan makanan ini sebagai “kue”? Kenapa tidak disebut “snack”?


Blog ini milik Pujiono, seorang pekerja media yang tinggal di Tangerang. Dia bukanlah seorang wartawan. Dia juga bukanlah orang yang punya krenteging ati untuk secara teratur menuliskan pikiran dan ide lewat blog.
Kalo melewati Nagreg selain Ubi Cilembu dijajakan juga digantung bermacam-macam Borondong, ada yang sebesar bola pingpong, bola kasti hingga sebesar sofbol.
Borondong adalah Jagong Beledug (popcorn) yang dipadatkan menjadi bola. Gula merahnya yang membuat jagung saling melekat.
ya, di tempat kelahiran saya juga ada berondong yang bentuknya seperti itu. kadang rasa manis gulanya jadi pahit kalo gosong, ya?
kalau pakai kata snack nantinya malah jadi mahal kali mas ….
Enak enak enak :D
jadi pengen…
padahal itu juga bukan brondong, jipang ya…tapi yang penting enak, apalah arti sebuah nama…hehehe
aku kok geli ama tulisan di bungkusnya itu ya… “sumber bahagia” hehehe… iso2 wae…