jump to navigation

Iklan VISA itu July 8, 2006

Posted by JalanSutera.com™ in Blog.
trackback

Ini iklan keren. Benarkah penjual burung sudah bisa menerima Visa?

Akhir-akhir ini berbagai stasiun televisi gencar memutar iklan VISA yang berjudul burung. Iklan ini dibuka dengan sebuah pemandangan cantik di saat fajar baru menyingsing di Jodhpur, sebuah kota di bagian tenggara New Delhi. Seorang gadis kecil melihat kakak lelakinya sedang berkemas-kemas untuk pergi jauh. Dara kecil ini berlari melewati jalanan Jodhpur yang sumpek untuk membeli burung. Burung itu akan dilepaskannya untuk memberi keberuntungan bagi kakaknya. Di tengah jalan dia menabrak Richard Gere dan seorang pemandu wisata. Sang gadis melanjutkan larinya dan berhenti di sebuah toko burung.

Berharap bisa membeli lima ekor burung, sayangnya gadis cilik ini hanya punya uang untuk membeli seekor saja. Mendengar hal ini, Richard Gere menghampiri penjual burung setelah sang gadis pergi sambil membawa sangkar berisi seekor burung. Richard Gere mengeluarkan kartu VISA untuk membeli burung.

Saat sang gadis melepaskan seekor burung ke udara, ratusan burung yang lainnya dilepaskan juga bersama-sama.

Iklan ini ditutup dengan scene yang penuh humor: Richard Gere dan penjual burung serta pemandu wisatanya bertampang lugu dan tidak bertanggung jawab atas lepasnya ratusan burung sebagai penanda keberuntungan bagi orang yang akan pergi. Benar-benar iklan yang menarik, bukan?

Saya suka dengan iklan global dengan local content seperti ini. Pasti biaya pembuatannya mahal, ya? Namun, ada pertanyaan yang muncul: apakah benar penjual burung di pasar sumpek di India sudah bisa menerima Visa? Hebat amat, ya?

Jika ada yang ingin menikmati iklan ini berulang-ulang, silakan menontonnya di YouTube, cuma 30 detik kok.

Anda suka iklan ini juga, khan?

Be the first to like this post.

Comments»

1. Irwin - July 8, 2006

Di Thailand apa supir bajaj juga udah terima Visa? :)

2. rendy - July 8, 2006

visa itu apa si kaka :D

3. galih - July 8, 2006

Perusahaan raksasa, iklannya pasti berkualitas. sekelas dengan iklan-iklannya HSBC dan BMW. Sangat menarik sekaligus pesan yang disampaikan mudah terpateri di benak penonton. :)

4. Hedi - July 8, 2006

iya saya suka iklan itu, terutama idenya…menarik.

5. Ben - July 9, 2006

dipinjami mesin gesek kartu kredit berbasis GSM :)

iklan visa sebelum-sebelumnya juga keren.

6. ananta - July 10, 2006

sama seperti iklan visa yang tentang perempuan yang barang2nya dicuri kawanan monyet di tengah hutan, trus ada truk pisang lewat, lalu dengan modal visa, pisang 1 truk dibeli :)
supir truk bawa mesin kartu kredit ?

7. Koen - July 10, 2006

Hihi, menghina :). Di kota Malang, Amex aja diterima kok :). Kalau demand memang ada, kenapa nggak? Di BEC (dan saya yakin di banyak tempat lain), engkol gesekannya boleh dipinjam toko2 sebelah. Kali ke PKL juga, kalau memang MoU-nya menarik :). Ongkos tambahan, bisa diatur. Richard Gere nggak akan keberatan kena overcharge :).

8. pathic - July 10, 2006

dimana bisa download videonya yah ?

9. Amal - July 10, 2006

Bukannya iklan kartu debet BCA di media cetak beberapa tahun lalu juga menggambarkan daerah persawahan dengan petani sedang membajak pakai kerbau. Apa kartu BCA diterima di tempat seperti itu? Waktu itu, di kecamatan saya saja belum ada bank BCA.

10. endah - July 10, 2006

wah iklannya sukses dong… bisa menarik perhatian n membuat orang berfikir ttg produk yg diiklankan itu… :)

11. anang - July 12, 2006

gw dikejar2 ama debt kolektor visa neh…ada yg bisa bantu, heheheheh….

12. luluk - July 19, 2006

Keren banget iklannya meskipun membuat kita berfikir ” Emang Bisa ? “

13. krisna - July 24, 2006

visa…?
viasa aja sih….
vikin kita viasa ngutang….
pokoke visa visa aja….kalo punya visa
gitu kali maksudnya…. hihihi….


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>