jump to navigation

Carok Madura itu July 13, 2006

Posted by JalanSutera.com™ in Blog.
trackback

Sate, soto dan carok jadi simbol utama Madura, ya?

Apa yang kamu ingat kalau mendengar kata Madura? Pertama-tama tentu adalah sate madura. Sate ayam madura ini ada di hampir semua kota. Rasanya pun hampir-hampir standard sama. Kedua mungkin juga masih berhubungan dengan makanan juga: soto madura. Tapi kelihatannya soto madura kalah terkenal dibanding sate madura, ya?

Nah, apalagi yang diingat? Bisa jadi kita ingat akan celurit orang Madura yang tajam itu. Nah, celurit inilah yang dipakai orang dari pulau garam itu untuk melakukan carok, yaitu pertarungan satu lawan satu menggunakan celurit untuk membela harga diri. Itu rumusan carok di masa lalu. Rumusan ini ternyata sudah berubah karena ada juga carok yang terjadi hanya gara-gara uang seratus RIBU rupiah (Thanks, Ronny atas koreksinya). Jika ada yang ingin membaca tinjauan antropologis tentang carok, silakan baca dokumen ini.

Jaman film Indonesia masih jaya pada 1985, ada juga film layar lebar yang berjudul Carok yang dibintangi oleh Advent Bangun, El Manik, Barry Prima. Saya belum pernah menonton film itu, tapi tebakan saya kurang lebih film ini menceritakan tentang perebutan wanita, deh. Am I right?

Nah, carok massal yang terjadi di Desa Bujur Tengah, Pamekasan pada rabu 12 Juli 2006 yang lalu lain lagi ceritanya. Kali ini penyebabnya adalah perebutan tanah bengkok. Tujuh orang tewas mengenaskan.

Apalagi yang terkenal dari Madura? Kumis lebat, kali, ya?

Be the first to like this post.

Comments»

1. Ronny - July 13, 2006

Ada perbedaan besar antara seratus rupiah dan seratus ribu rupiah.

2. jalansutera - July 13, 2006

iya, gue salah kutip, Ron. yang bener adalah seratus RIBU rupiah. Thanks, Ronny.

3. Hedi - July 13, 2006

karapan sapi mas, saya pernah nonton tuh, seru…full mistik :d

4. budiw - July 13, 2006

duh, sebagai orang madura, saya juga sedih.. gimana ya biar gak seperti itu.. paling tidak carok tetep simbol tapi cuma menjadi legenda saja..

–budiw

5. N. A. Hilal - July 14, 2006

carok = berantem,
carok massal = tawuran massal,

ini hanya kasus tawuran biasa (konflik horizontal yang memang masih kental di negara berkembang/terbelakang), yang berbeda hanya celuritnya..

6. zam - July 15, 2006

satu lagi yg terkenal dan melekat pada orang madura:

- tukang cukur madura
- juragan besi tua
- baju lorek merah putih

hehe..

turut prihatin atas apa yg terjadi (carok massal)

7. didats - July 16, 2006

gila ya, kaya gitu jadi budaya. apalagi turun temurun. agak susah ngilanginnya.

8. endah - July 16, 2006

wuih…ck..ck..ck…
-no comment-

9. rhi - July 17, 2006

sedih…walaupun saya bukan orang madura..saya sangat prihatin atas kejadian itu….

10. Suroto - July 18, 2006

Sebagai keturunan Madura yang berada di Pulau Sumatera, rasanya saya malu mendengar carok koq dijadikan Budaya terus-menerus, Sedangkan masy. Islam yang sangat menghargai Jiwa MAnusia.
Saya nonton film Carok, kesimpulan yang berjiwa jahat sebenarnya adalah PENGASUTNYA, Seharusnya PENGASUT Itu yang Patek Celeng

11. Jorys - August 3, 2006

Tapi ingat!!!!!!Madura tidak hanya dikenal luas dengan makanan maupun budayanya tapi orang2 madura juga sudah menjadi bagian penting struktural pemerintahan RI. Dan juga putra maupun putri generasi terbaiknya telah mengharumkan nama bangsa Indonesia di dunia internasional dengan juara olimpiade fisika (medali emas)di singapore baru2 ini. It’s Wonderfull….!!! By : JORYS

12. bj - September 23, 2006

saya orang macura
pertahankan budaya carok

13. shofie - November 11, 2006

walaupun saya orang madra asli saya tuh belum pernah liat yang namanya kerapan sapi..soalnya kata ortu saya berbahaya…nanti bisa-bisa sya kena tabrak sapinya…tapi walaupun gini-gini saya bangga loh ama kerapan sapi madura…dan saya mo ngambil tema karapan sapi buat tugas akhir rancangan saya di kuliah, tapi saya belum ngadep dosen…
vivat madura…………

14. wandha - February 15, 2007

sYa oRg mDr,,
mDr,, eMg iDenTik dNg kKrSaN.,,.
tP,, biArPun,, kErAs.,, bKn BrRti cArOk diJaDiiN kBuDaYaAn dOnGzZZ!!!! yG KuAt,, dY yG mNaNg!! yG kLaH mLaH t’tiNdAs!! k0q kYaK hKuM riMbA gTu c???
LeSsOh DeCh,,,,

15. Aris Sidharta Sutrisno - February 23, 2007

Jika anda pernah mendengar tentang Arya Wiraraja (Banyak Wide), Ronggo Lawe, Joko Tole, Trunojoyo, Keris Madura, budaya “tinggi” Madura, petik laut..dsb…dsb…tulisan anda pasti berbeda. Sedikit saya beritahukan, carok baru ada setelah abad ke-18 (tentu anda tahu apa itu artinya?!).
Lakukan penelitian dulu sebelum menulis, biar tidak seperti kaum orientalis barat dalam memandang dunia timur. Minimal bertanya, mungkin ke saya.
O ya…saya akan memproduksi film dengan setting Madura…ada sate, ada soto, ada carok. Tapi dari sudut pandang yang lebih obyektif. Mungkin ada gunanya buat yang mau tahu tentang Madura. Tidak sekedar bicara “tinjauan antropologis” tapi tidak ada isinya alias sok tau…

salam,

Seorang keturunan Madura di Los Angeles, CA

16. sham - March 26, 2007

sy lahir di malaysia tp di besarkan di indonesia. tp kini sy menetap di malaysia
saya amat meminati barry prima. boleh enggak kawan – kawan sekalian dapatkan saya asal usul nya. atau sejarah hidupnya
dari dulu hingga hari ini, terima kasih,

17. muhammad munari - August 9, 2007

Carok dan celurit laksana dua sisi mata uang. Satu sama lain tak bisa dipisahkan. Hal ini muncul di kalangan orang-orang Madura sejak zaman penjajahan Belanda abad 18 M. Carok merupakan simbol kesatria dalam memperjuangkan harga diri (kehormatan) .

PADA zaman Cakraningrat, Joko Tole dan Panembahan Semolo di Madura, tidak mengenal budaya tersebut. Budaya yang ada waktu itu adalah membunuh orang secara kesatria dengan menggunakan pedang atau keris. Senjata celurit mulai muncul pada zaman legenda Pak Sakera. Mandor tebu dari Pasuruan ini hampir tak pernah meninggalkan celurit setiap pergi ke kebun untuk mengawasi para pekerja. Celurit bagi Sakera merupakan simbol perlawanan rakyat jelata. Lantas apa hubungannya dengan carok?Carok dalam bahasa Kawi kuno artinya perkelahian. Biasanya melibatkan dua orang atau dua keluarga besar. Bahkan antarpenduduk sebuah desa di Bangkalan, Sampang, dan Pamekasan. Pemicu dari carok ini berupa perebutan kedudukan di keraton, perselingkuhan, rebutan tanah, bisa juga dendam turun-temurun selama bertahun-tahun. Pada abad ke-12 M, zaman kerajaan Madura saat dipimpin Prabu Cakraningrat dan abad 14 di bawah pemerintahan Joko Tole, istilah carok belum dikenal. Bahkan pada masa pemerintahan Penembahan Semolo, putra dari Bindara Saud putra Sunan Kudus di abad ke-17 M tidak ada istilah carok.Munculnya budaya carok di pulau Madura bermula pada zaman penjajahan Belanda, yaitu pada abad ke-18 M. Setelah Pak Sakerah tertangkap dan dihukum gantung di Pasuruan, Jawa Timur, orang-orang bawah mulai berani melakukan perlawanan pada penindas. Senjatanya adalah celurit. Saat itulah timbul keberanian melakukan perlawanan.Namun, pada masa itu mereka tidak menyadari, kalau dihasut oleh Belanda. Mereka diadu dengan golongan keluarga Blater (jagoan) yang menjadi kaki tangan penjajah Belanda, yang juga sesama bangsa. Karena provokasi Belanda itulah, golongan blater yang seringkali melakukan carok pada masa itu. Pada saat carok mereka tidak menggunakan senjata pedang atau keris sebagaimana yang dilakukan masyarakat Madura zaman dahulu, akan tetapi menggunakan celurit sebagai senjata andalannya.Senjata celurit ini sengaja diberikan Belanda kepada kaum blater dengan tujuan merusak citra Pak Sakera sebagai pemilik sah senjata tersebut. Karena beliau adalah seorang pemberontak dari kalangan santri dan seorang muslim yang taat menjalankan agama Islam. Celurit digunakan Sakera sebagai simbol perlawanan rakyat jelata terhadap penjajah Belanda. Sedangkan bagi Belanda, celurit disimbolkan sebagai senjata para jagoan dan penjahat.Upaya Belanda tersebut rupanya berhasil merasuki sebagian masyarakat Madura dan menjadi filsafat hidupnya. Bahwa kalau ada persoalan, perselingkuhan, perebutan tanah, dan sebagainya selalu menggunakan kebijakan dengan jalan carok. Alasannya adalah demi menjunjung harga diri. Istilahnya, daripada putih mata lebih baik putih tulang. Artinya, lebih baik mati berkalang tanah daripada menanggung malu.Tidak heran jika terjadi persoalan perselingkuhan dan perebutan tanah di Madura maupun pada keturunan orang Madura di Jawa dan Kalimantan selalu diselesaikan dengan jalan carok perorangan maupun secara massal. Senjata yang digunakan selalu celurit. Begitu pula saat melakukan aksi kejahatan, juga menggunakan celurit.Kondisi semacam itu akhirnya, masyarakat Jawa, Kalimantan, Sumatra, Irian Jaya, Sulawesi mengecap orang Madura suka carok, kasar, sok jagoan, bersuara keras, suka cerai, tidak tahu sopan santun, dan kalau membunuh orang menggunakan celurit. Padahal sebenarnya tidak semua masyarakat Madura demikian.Masyarakat Madura yang memiliki sikap halus, tahu sopan santun, berkata lembut, tidak suka bercerai, tidak suka bertengkar, tanpa menggunakan senjata celurit, dan sebagainya adalah dari kalangan masyarakat santri. Mereka ini keturunan orang-orang yang zaman dahulu bertujuan melawan penjajah Belanda.Setelah sekian tahun penjajah Belanda meninggalkan pulau Madura, budaya carok dan menggunakan celurit untuk menghabisi lawannya masih tetap ada, baik itu di Bangkalan, Sampang, maupun Pamekasan. Mereka mengira budaya tersebut hasil ciptaan leluhurnya, tidak menyadari bila hasil rekayasa penjajah Belanda.

18. moel - September 4, 2007

thanks,ya….. bwat caroknya. tugas gue hampir beres

19. Anmad - October 1, 2007

Saya ingin bercerita beberapa hal tentang etnis Madura yang saya tau. Seperti yang saya lihat ada sebagian orang mengatakan orang Madura identik dengan kekerasan, bodoh, kasar, gampang tersinggung dan serba terbelakang. padahal faktanya orang madura tidak seperti itu. di berbagai media mereka justru digambarkan sebagai pekerja keras, ulet, tahan bantingan zaman , rajin dan teguh memegang agama Islam.

Banyak sekali tokoh Madura yang sukses baik di tingkat daerah maupun Nasional seperti Moh Noer(mantan Gubernur jatim), pak Mahfudz(mantan MENHAN-RI dan skg anggota DPR-RI), Fathorrasjid(ketua DPRD jatim), Profesor J. Didik J Rachbini, Banurusman, Roesman Hadi, (mantan KAPOLRI). Ada Hanafi Asnan, Mantan KSAU, M Arifin (KSAL), R. Hartono (mantan KSAD), Arie Sudewo (mantan Ka. Bakin), ada Soedjono dan MA. Rachman (mantan Jaksa Agung), Prof Suroso Imam Djazuli (Guru Besar Unair), KH Nuruddin A Rahman (Wakil Ketua PWNU Jatim dan anggota DPD RI), Prof Rahimmullah (Guru Besar ITS), dll. itu baru sebagian yang saya tau dan yang lain masih sangat banyak.

Malah dalam suatu rubrik yang saya baca bahwa tokoh nasional asal Madura di pusat juga diyakini hanya bisa disaingi oleh tokoh nasional berdarah Jawa. Bahkan seorang Emha Ainun Nadjib sempat mengungkapkan bahwa manusia Madura merupakan the most favorable people, yang watak dan kepribadiannya patut dipuji dan dikagumi dengan setulus hati. Karena itu tidak heran kalau riset koran tempo sampai pernah menempatkan etnis Madura sebagai etnis ke 5 tersukses di Indonesia. Itu jelas bukti yang tidak bisa dibantah.

Cuma yang saya sayangkan kurangnya kepedulian masyarakat madura pada pembangunan wilayahnya. Lihat saja sebagian besar mereka yang sukses justru mereka yang berada di perantauan. Malah mereka yang sukses di luar jarang yang kembali untuk membangun wilayahnya. Madura adalah etnis terbanyak ke 3 dengan jumlah diperkirakan 10 – 17,5 juta seluruh Indonesia. Namun yang berada di madura sendiri hanya 3 juta lebih saja. Kemana sisanya? Karena itu jangan heran meski etnis Madura diprediksi salah satu yang tersukses di Indonesia namun daerah mereka sendiri justru salah satu yang tertinggal. Karena itu saya juga berharap etnis Madura agar tidak hanya terus merantau mencari sumber-sumber ekonomi di luar tapi juga tumbuhkan kepedulian terhadap wilayah Madura itu sendiri. Saya yakin jika mereka mau melakukan itu bukan tidak mungkin Madura akan menjadi salah satu daerah termaju mengingat daerah ini mempunyai potensi sumber daya manusia yang brilian dan kekayaan yang melimpah seperti migas dan yang lain. Itu sebagian yang bisa saya ceritakan mengenai etnis Madura. Mohon maaf jika ada yang salah karena kebenaran sejati hanya milik Allah SWT.

20. ex - January 30, 2008

Gw punya mertua ngakunya orang madura sukanya marah, ngancam mbunuh, dan sering mukulin anak-istrinya.
Padahal sepengetahuan gw yg terbatas ini sewaktu perang kemerdekaan justru kebanyakan yang tampil orang solo tuh (madura pada ke mana ye?)
..walaupun belanda lawan, jepang sikat, inggris lewat, tapi orang solo sama anak-istri justru lembut dan penuh kasih sayang..

21. muhammad Munari - July 5, 2008

di atas saya.. ini “ngocak apa bein..”

Justeru…. yang menimbulkan kemarahan Pangeran Taruno Joyo (Baca: “Truno Joyo”).. siapa????

Ingat kejadian masa lalu itu… siapa yang menjadi kaki tangan belanda.. dalam kasus ini ??

Siapa sebagian besar warga yang turut andil dalam perjuangan 10 Nopember 1945 di Surabaya, Sehingga Belanda berpikir 4 kali untuk nyerang Surabaya kembali ??? Siapa?? Siapa??

Tolong jangan memojokkan orang madura seperti itu…

Orang Madura itu apa adanya.. Merah ya merah.. putih ya putih.. hitam ya hitam… gak ada kamusnya merah jadi hitam.. biru jadi merah..

Muhammad Munari
mmunarist@yahoo.com

22. Odick - July 16, 2008

Nafsu dan ego adalah salah satu sifat manusia. tak peduli apakah manusia madura, jawa, sunda, batak, dayak, melayu, china, arab, barat, ampek israel kl g bs mengontrol keduanya hasilnya tetap sama. CAROK hanyalah istilah, sedang KEKERASAN dan PEMBUNUHAN bukan milik etnik tertentu. So.. Iblis pemenangnya.

23. WIWI - July 28, 2008

OUY EX, ANDA KLO TIDAK TAU MENAHU TENTANG SEJARAH JANGAN LANGSUNG NGOMONG SEMBARANGAN. WKTU PERTEMPURAN MELAWAN PENJAJAH DI SOLO&BANDUNG ORANG MADURA JUGA NGEBANTU COK!!!! 1 LAGI PADA WAKTU KARAJAAN BALI MAU MEMPORAK PONDAKAN TANAH JAWA…..SIAPA YANG TAMPIL MELAWAN!!!!!ORANG MADURA COK….YAITU PANGERAN JOKOTOLE DAN DI BANTU OLEH RAKYATNYA YANG SEBAGIAN BESAR ORNG2 MADURA.DAN TRUS KERAJAAN BALI SAMPEK MIKIR 100x MAU NYERANG BALIK KE TANAH JAWA. MATOR SAKALANGKONG
SUMENEP

24. dikrus - August 7, 2008

Ya itulah masyarakat indonesia hanya melihat suku lain hanya dari kejelekannya saja, pemikirannya sempir sekali. Tuhan menciptakan orang-2 indonesia yg kompleks dengan maha besarnya, shg indonesi menjadi bangsa yang besar.
Yg saya tahu orang madura merupakaan sosok yg : ksatria, jujur, tulus, sangat menghormati orang lain, tegas dan ulet. Tetapi ada kejelekannya yaitu jika dikhianati atau disalahi dengan merendahkan harga dirinya maka mereka akan memberontak dan mungkin membunuhnya. Karena dia sendiri tidak akan menghianati orang lain, dan dianggap orang lain sama ksatria gitu.
Memang jasa orang madura terhadap kerjaaan indonesia banyak seperti menyelamatkan R Wijaya ( raja Majapahit pertama) dari penghianatan para pembantunya, sehingga R Wijaya dilarikan oleh Arya Wiraraja ke Sumenep utk digembleng oleh kanuragan dan menjadi sakti sehingga mampu merebut kembali majapahit. Selain itu Pangeran TRrunojoyo memberontak terhadap belanda tetapi dihianati oleh Raja-2 Mataram ( Amangkurat IV) yg ternyata Raja Amangkurat membantu belanda, tetapi Pangeran TRrunojoyo menunjukkan kestatrianya. Dan membanggakan.
Jokotole merupakan orang yg membantu majapahit dalam membuat pintu gerbang majapahit pertama dan terbesar dengan kesaktiannya dan juga membendung prajurit dari Bali saat hendak melawan raja-raja Jawa.
Mungkin itulah sementara sifat dan dharma bakti orang madura yg saya ketahui. Jadai ambil positifnya dan negatifnya kita perbaiki bersama-sama.

25. muhammad munari - August 10, 2008

Jadi buat EX..

ayo minta maaf sama mertua sana..!!!

Sungkem… dan bersimpuhlah di hadapan beliau..

masak.. anaknya dikeloni.. bapaknya kamu musuhi,,

jadi kamu sendiri..orang macam apa kamu ini.. fiuh..!!!

Kalau orang “Jawa”.. juga punya prinsip.. orang tua adalah “kuncinya menuju keridhaan ALLAH”.. jadi ayo minta maaf selagi beliau masih hidup..

26. dikrus - August 20, 2008

pertahankan kejujuran, keperkasaaan orang madura bravo

27. treiiiii - September 17, 2008

ya…………… ampun jangan lah////dak usahhh carok………. melulu.
dah deh damai aja. hanya gara2 perkara tanah bengkok aja kok persoalkan. itu kan tanah yang seharusnya milik warga yang digilir setiap pergantian lurah gtuuuuiii….

28. abd rahman - September 29, 2008

saya gak terima kalau orang madura di jelek jelekin carok mesti ada sebabnya.kalau harga diri dipijak pijak masak diam aja sih yaaah cluritlah yang bicara.

29. M.Ryan Efendy - October 2, 2008

ASSALAMU’ALAIKUM mator SKANGKONG……

saya keturunan darah madura !!!

Buat saudaraku di mana saja, Tak Langkong SEPORANAH.

MADURA buat aku adalah jiwa.!! jika jiwa itu di nodai takPELAK, CLURIT yg bicara.
Satu yg tetap aku ingat kata-kata dr bapak ku.., ”

”Orang MADURA bagai satu DARAH Coonk,,..,,!?
dimanapun kamu brada, asalkan kamu bela yg BENAR !!!
belalah walau harus mati.!! jangan sampe harga diri Orang MADURA di injak-injak, (ADEK CRETANAH ktoronan SAKERA TAKO’ Ka ORENG )))!!!!
LEBIH BAEK PUTIH TULANG,DARI PADA PUTIH MATA !!!!!

Sklangkong…..:; De’ Pendi/Jogja. ,P. Udin,/Jgja, ,Mas Tomo/jgja , Rifa’i/SOLO. , Mukram/Jakarta, CAK Syamsol/jgja dan SMUA MADURAnya
MASALAH CAROX ; Semua dah TAU ./Tak perLo e PLanjeng

Mohn MAAF seBESAR BESARnya jika salah tulis.
di tunggu kabar SAUDARAKU

By ; M.Agus Heryanto Ef.So.Hu. JOGJA
085868505030/48 WASSALAM……..

30. usman - October 10, 2008

santai aja bos

31. usman - October 10, 2008

santai aja bos ,makanya jangan merasa yang di atas

32. hery - October 10, 2008

iyellah be’na tao kabbi

33. indra - October 10, 2008

assamu’alaikum. mator sakalangkong kalaben pamatorrah dek blok panekah. sengko’ bangga deddi reng madura. bannya’ kenangan-kenangan se tak bisa ekaloppaeh dhari madurah. mogah-mogah madura tep-tep aman, asri, Amiennnnn.

34. detikmadura - October 22, 2008

salam hormat dan semangat ..
saudaraku

35. dhasmon - November 14, 2008

kalo gua sih caroktuh buang buang waktu n nyawa aja orang nyariduit aja dah susaah lagian hari gini carok ? selama ini hidupdi hutan bung !

36. nurul - November 19, 2008

hii….kenapa jadi berantem dengan hal-hal yang tidak jelas? kalau masalah prinsip, siapapun akan pertahankan itu. tanpa kecuali orang Madura. karena bagaimanapun juga ” harga diri ” harus dipertaruhkan agar tidak diinjak-injak oleh orang yang tidak bertanggung jawab. tidak semua orang Madura ” keras “, aku asli orang Madura tapi tidak seperti itu. kita semua punya ” sikap ” nah tinggal bagaimana kita menghadapi semua itu, iya kan?

37. Rico - December 12, 2008

Madura dengan segala kelebihan dan kekurangannya…
Terlepas dari budaya”CAROK”yg emang bawaan orok(utk kebiasaan yg satu ini sy berharap smoga secepatnya punah),terlepas dari gaya bicara yg khas nan dg suara keras!Sebetulnya Masyarakat Madura itu terkenal humoris,santun dan punya kepedulian yg tinggi thd siapapun serta selalu penuh semangat tuk mengarungi hidup.Masalahnya;sebagian masyarakat non Madura terlanjur punya penilaian negatif ttg Madura dan isinya.Padahal mereka belum berinteraksi secara langsung dg komunitas Madura.Seandainya pulau2 yg lain seukuran P.Madura!Sy sangat yakin gaungnya tdk seperti Madura .Ini salah satu indikasi jika all of Madura itu unik dan penuh warna.Akur chan…

38. tommy - January 6, 2009

Urun cerita; istri saya asli Sumenep dan saya sendiri orang Jogja, memang tidak salah kalau orang Madura itu tegas,suara keras, blak-blakan, tetapi SALAH kalau dibilang sifatnya kasar,tidak punya etika bicara dll, Kesan itu muncul karena orang Madura itu penuh gelora, penuh semangat termasuk dalam bicara makanya orang madura ngga suka bicara bisik bisik dan saking semangatnya terkesan emosinya meledak – ledak. Padahal pada dasarnya mereka punya jiwa lembut dan mudah tersentuh tinggal bagaimana kita memperlakukan mereka. Mereka dikasar akan lebih kasar, kalau dihalusin akan jauh lebih halus. Maaf bukan bermaksud porno wanita Madura sangat hebat dalam hubungan suami istri hal ini membuat keharmonisan keluarga terjaga. Saran saya kalau mau cari istri carilah orang madura, sederhana, setia, pintar masak dan dijamin betah dirumah. INTINYA KALAU KITA INGIN DIPERLAKUKAN HALUS MAKA KITA HARUS SOPAN DULU. PEACE

39. orangbungas - March 5, 2009

berarti yg di sampit kmaren karena mayoritas Madura yg kasar…..

GEmbpk - January 31, 2010

yang di Sampit itu bukan karena orang madura yang kasar teatpi orang sampit yang takut terkalahkan oleh orang madura……..
ngerti nggak sich?!?!?!?!

40. abd rohman - April 11, 2009

siapa aja yg jelek2in orang madura ,harap bertemu saya………..

ak tinggal di kota malang….

patek celleng,pakerembu’eh,,,,,,,,,,,,,

sisa - May 12, 2009

podo wong indonesiane,gak usah mekitik po’o…biasa ae

41. Rosyid - April 17, 2009

Ass…Tretan

42. imron rosadi - July 17, 2009

Subhanallah………muslim itu bersaudara sesama muslim
pantas dari dulu mudah diadu domba…..fanatisme kesukuan itu tinggi…sekali
BUAT SEMUA: TIDAK ADA GUNANYA MEMBANGGAKAN SUKU…….HUKUMNYA DOSA
BERSATULAH ……..JANGAN KITA MENJADI UMAT YANG PANDIR…KARENA FANATISME YANG
TIDAK ADA DALAM AJARAN ISLAM.

taufan sukma - September 17, 2009

Subhanallah juga………sesama manusia itu semua bersaudara
tidak hanya politik adu domba, kadang pola pikir kita pun, tanpa kita sadari, masih juga tersekat pengelompokan-pengelompokan tertentu yang membuat kita bersatu. …..fanatisme kesukuan, ras, keagamaan dan golongan itu ternyata masih tinggi……sekali
BUAT SEMUA: TIDAK ADA GUNANYA MEMBANGGAKAN SUKU, AGAMA< RAS DAN GOLONGANNYA MASING_MASING…….TAK AKAN MEMBAWA MANFAAT BAGI KITA SEMUA
BERSATULAH ……..JANGAN KITA MENJADI UMAT YANG PANDIR…KARENA FANATISME YANG BERLEBIHAN JUGA TIDAK ADA DALAM AJARAN DAN PANDANGAN APAPUN DI DUNIA INI

Salam Kenal,
Taufan Sukma '_*

Vivi - March 21, 2010

ALLAHU AKBAR…..ALLAHU AKBAR…WALILLAH ILHAM…

43. c luph green - August 5, 2009

hufffffff….,,
mles bgt klo trs mnerus org madura di cap seperti itu,,,
aq da tgas crita tntg budaya madura, aq ngambil pndapat2 org2 tntg madura n rasanya males bgt harus menulis pndapat2 yang mnurut aq g semuanya bener,,..

44. USMAN - August 19, 2009

jembatan suramadu bagus juga,..

45. romadon - November 7, 2009

mudah2an dengan adanya jembatan suramadu, budaya carok tidak terjadi lagi di madura, tapi bukan berarti harus meninggalkan budaya itu.budaya kita junjung tinggi bersama2.BRAVO MADURAKU……….

46. naruto - November 12, 2009

bos, kalau mau tahu sebenarnya bagaimana budaya madura, coba naik bis dari bangkalan, sampang, pamekasan sampai sumenep kalianget. tiap kota kamu coba turun dan bicara dengan mereka. akan kamu temukan dari intonasi bicara saja dah beda. makin ketimur makin halus dan waktu sampai kalianget kamu akan heran karena intonasi / nada bicaranya sama dengan bahasa jawa. sangat halus. coba kalau tidak pakai bahasa madura, kamu akan menganggap mereka adalah orang jawa. lain banget dengan bahasa maduranya orang bangkalan atau madura yag ada di surabaya. kalau gak buktikan tentu kamu gak bakalpercaya.

47. naruto - November 12, 2009

akan sangat membantu mengembalikan image orang madura seperti madura sumenep kalau para pelajar madura yang lagi kuliah di jawa bertindak sebagai duta. harusnya mereka merasa punya beban moral untuk menunjukkan madura yang asli, yang bermartabat, berpendidikan, berfikiran dewasa dan bijaksana.
HANYA UCAPAN DAN TINGKAH LAKU KITA SAJA YANG MENUNJUKKAN SIAPA SEBENARNYA DIRI KITA.

48. syam - January 4, 2010

Madura tak seburuk yang kau kira

Maduraku adalah pilau yang indah dengan penghuni yang sangat ramah
tak percaya? datanglah kesumenep tepatnya Pulau giligenting
akan kau temukan keindahan yang melebihi pulau Dewata

Vivi - March 21, 2010

Bener…tapi kalo dibedakan,penduduk madura di Sumenep beda sekali dengan Madura di Sampit…Mereka jauh lebih begis dan sangat kejam ..saya benar2 tau,Tapi penduduk Sumenep memang ramah dan banyak yang alim…..

49. Nur - January 6, 2010

Saya punya pengalaman buruk ketika pacaran dengan cowok madura(banyuwangi)bernama Hasan Abdillah yg kuliah di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.Hasan telah merenggut/menodai keperawanan saya.Hasan bilang akan bertanggug jawab,tp ternyata Hasan adalah pembohong.Saya sangat menyesal telah mengenal cowok madura bernama Hasan yg punya akhlak dan moral bejat.Saya trauma dan takut menikah sampe sekarang.

50. Nur - January 6, 2010

Saya punya pengalaman buruk ketika pacaran dengan cowok madura(banyuwangi)bernama Hasan Abdillah yg kuliah di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Angkatan 2001.Hasan telah merenggut/menodai keperawanan saya.Hasan bilang akan bertanggug jawab,tp ternyata Hasan adalah pembohong.Saya sangat menyesal telah mengenal cowok madura bernama Hasan yg punya akhlak dan moral bejat.Saya trauma dan takut menikah sampe sekarang.

51. nakula kaizen - January 19, 2010

jgn jdikan carok untuk menyelesaikan masalah bro. . . .

52. Madura di UI - February 19, 2010

tidak ada tanggung jawab pemerintah Indonesia dalam kasus Sampit. VCD beredar dimana2 tetapi kasusnya tidak pernah bergulir….katanya sama2 orang Indonesia, tapi berada di negara sendiri kok malah di usir2……..saya minta pertanggung jawaban pemerintah Indonesia!!!! jika tidak di usut, dunia akherat saya tidak terima dengan pemimpin Indonesia lebih baik Madura MERDEKA…Madura MERDEKA…Madura MERDEKA!!!!!!…….Allah Maha Besar lagi Maha Pengampun, sholawat dan salam bagi Rosulullah…

Vivi - March 21, 2010

Amiiiiinnnn…Namun,bial anda minta keadilan yang seadil2nya,mintalah di AKHIRAT pada ALLAH TA’ALA…Jangan di Indonesia yang bengis…nanti percuma…
Wassalam…

53. choiri - March 31, 2010

carok hanyalah istilah, sy orang madura asli gak rela kalau d katakan orang madura berwatak keras suka carok, orang madura lemah lembut, tapi jangan kau sakiti hatinya apalagi harga dirinya, demi harga diri orang madura rela berkorban nyawa, jangan melihat hnya dari segi kejelekannya ,orang mati karna di bunuh bukan hanya di madura, liat aja di TV setiap hari ada berita pembunuhan di kota2 besar di indonesia,so if you want to know more about madura, please come to madura

54. yayan - September 22, 2010

saya asli kalimantan di blkpapan. saya senang budaya madura dgn kekhasanya, klo ada duit saya mau pesiar ke madura. smoga ada yg mau nampung

55. Rony Sumenep - September 22, 2010

Carok sekedar istilah, di daerah lain pun juga sering terjadi kekerasan apabila menyangkut HARGA DIRI. Layaknya sifat dan kebiasaan orang, di semua tempat sama, ada yang jahat ada yang baik, tanpa melihat Latar Belakangnya. Jadi tidak bisa dimarginalkan mengenai sifat, sikap dan perilaku seseorang menjadi milik suku, agama, atau daerah tertentu.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>