Selat Sunda itu July 14, 2006
Posted by JalanSutera.com™ in Blog.trackback
Menyebarang laut di malam hari. Saya tidur pulas.
Tengah malam hari nanti, saya akan berada di selat Sunda. Ya, berada di pertengahan antara pulau Jawa dan pulau Sumatera. Tapi, kemungkinan besar saya tidak akan lihat air laut yang mengelilingi kapal yang saya naiki. Saya lebih suka tidur di dalam kendaraan daripada terkena angin laut yang kencang di malam hari.
Jadi, seusai pulang kerja nanti, saya akan menuju ke stasiun Gambir di tengah kota Jakarta. Lho, memangnya ke Sumatera naik kereta api? No, no… Bukan naik kereta api, tentu. Saya akan naik bis Damri untuk menyeberang selat Sunda itu. Perjalanan akan dimulai sekitar jam 20.00. Paling tidak pada jam 23.00 bis ini sudah masuk kapal besar.
Kebiasaan saya, begitu sudah masuk bis adalah tidur pulas. Apalagi jika kepala sudah ditutupi dengan kupluk seperti punya Didats dan badan terbungkus jaket dan selimut. Rasanya nyaman saja tidur dalam perjalanan.
Sekitar subuh nanti baru bis berhenti di kota Bandar Lampung. Dari sana saya masih harus ke tengah hutan lagi. Untuk apa? Ah, itu urusan pribadi saya. Nggak semuanya perlu saya ceritan di blog, khan?
Yang pasti, kalau sudah musim durian, pasti saya akan banyak makan buah itu di tanah sumatera itu. Jadi, selamat berakhir pekan.


Blog ini milik Pujiono, seorang pekerja media yang tinggal di Tangerang. Dia bukanlah seorang wartawan. Dia juga bukanlah orang yang punya krenteging ati untuk secara teratur menuliskan pikiran dan ide lewat blog.
yg penting selamat di jalan, mas :)
loh, pantes… kuplukku dicari2 gag ada… ternyata di pinjem mas puji ya? hihihi… :D
waktu nyebrang dari ketapang ke gilimanuk aku juga tidur. jarak tempuhnya juga gag lama, cuma 20 menit kok… :D
hmm…masuk utan? duren? liburan? pulangnya cukup deh oleh2 tulisan…! lam kenal!
berarti bentar lagi bakal ada yang dapet oleh-oleh durian duongs …. :D
gempa terjadi di selat sunda pukul 17.58 wib. 6.2 SR… sejak itu hingga pukul 23:16 aku memantau sejak pasar Anyer hingga 4 KM dari teuneung ke arah pegunungan menuju Cihideung Forest (tempatku tinggal), orang-orang berhamburan di jalan. Mereka waspada kalau akan terjadi gempa susulan atau tsunami… semoga saja tidak.
tapi kalau memang terjadi, mau dibilang apa? namanya juga musibah… itu urusan Tuhan. Kita tinggal tawakal aja