jump to navigation

Danau Matano itu July 26, 2006

Posted by JalanSutera.com™ in Blog.
trackback

Danau ini keren banget. Rugi kalau belum pernah ke sini.

Nafas Glenn Victor nampak terengah-engah begitu tangannya menyentuh garis finis. Perenang asal Jawa Barat ini baru saja menyelesaikan lomba renang Matano Lake Open Water Swimming 2006 Ahad (23/6) lalu. Jarak 7500 meter antara Nuha ke Pantai Ide ditempuhnya dalam waktu 1.37.33.05.

Tidak semua danau layak dijadikan ajang lomba renang perairan terbuka seperti ini. Namun, Danau Matano di Sorowako, Sulawesi Selatan diberi kepercayaan oleh PRSI (Persatuan Renang Seluruh Indonesia) untuk menggelar event nasional ini. Airnya yang jernih dan bersih, ombaknya yang ramah tentu menjadi pertimbangan tersendiri.

Danau Matano (artinya matanya air dalam bahasa daerah) memang berbeda dibanding danau lain. Area danau yang mencapai 130 km persegi ini memang sangat menawan dan unik. Tidak mengherankan jika beberapa ilmuwan mengusulkan agar danau ini menjadi world heritage. Berdasarkan penelitian Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, ekosistem danau ini tidak mengalami perubahan yang signifikan sejak 1930 sampai sekarang.

Tidak itu saja, Danau Matano juga ternyata menyimpan berbagai jenis flora dan fauna endemik yang masih terjaga dengan baik. Secara awam, flora dan fauna endemik adalah mahluk hidup yang hanya ditemui di suatu tempat dan tidak bisa ditemukan di tempat yan lain.

Danau Matano adalah satu dari tiga serangkai danau di Sulawesi Selatan. Air yang mengalir dari Danau Matano ke Danau Mahalona kemudian ke Danau Towuti dan selanjutnya mengalir ke sungai Larona. Sungai inilah yang menjadi penggerak dua PLTA milik PT Inco Tbk, yaitu PLTA Larona dan PLTA Balambano. Bahkan tidak lama lagi Inco juga akan membangun PLTA yang ketiga yang sumber energinya berasal dari Danau Matano, yaitu PLTA Karebbe. Danau Matano benar-benar vital bagi Inco dan masyarakat sekitar Sorowako.

“Kami selalu mendukung penuh upaya-upaya konservasi yang dilakukan untuk melestarikan ketiga danau itu” ujar Arif Soeleman Siregar, Presiden dan CEO PT Inco Tbk. pada suatu kesempatan.

Tekad Arif untuk melestarikan danau-danau itu tentu saja semakin besar manakala diketahui bahwa Danau Matano memiliki sejumlah keunikan lain antara lain merupakan danau terdalam di Indonesia atau terdalam ke delapan di dunia. Posisi dasar danau pun sangat khas karena letaknya lebih rendah daripada permukaan laut. Kecerahan air danau Matano adalah 23 meter, sebuah angka yang mengejutkan manaklan banyak danau lain hanya beberapa meter atau bahkan beberapa sentimeter saja. Artinya, kita masih bisa melihat sebuah benda yang berada di kedalaman 23 meter di Danau Matano. Jernih sekali, bukan?

Tidak hanya danau yang menjadi perhatian Inco. Ekosistem darat pun tidak luput dari perhatian perusahaan yang sudah 38 tahun bekerja di Sorowako ini. Setiap tahun Inco merehabilitasi lahan pascatambang seluas 700 hektar. Area seluas itu tentu membutuhkan aneka jenis tanaman endemik. Tanaman-tanaman inilah yang disemai di sebuah fasilitas nursery baru berbiaya Rp.3.5 milyar. Tanaman endemik yang dikembangkan ada 40 jenis, diantaranya adalah betao (Calophylum soulatri), kumea (Colophylum sp.), gaharu (Aqualaria malacencis), meranti (Shorea sp.), natoh (Palaqium sp.), damar (Agathis sp.), dan manggis hutan (Garcinia sp.). Tanaman-tanaman endemik ini akan dikembangkan kembali setelah tanaman pioner ditumbuhkan untuk memperbaiki kondisi lingkungan dan tanah. Jenis tanaman pionir yang banyak disiapkan antara lain adalah sengon (Paraserianthes falcataria), johar (Cassia siamea), kayu angin (Casuarina equisetifolia), eukaliptus (Eukaliptus urograndis), dan sengon buto (Enterolobium chyclocarpum).

Jika ekosistem darat dapat terjaga dengan baik, besar kemungkinan Danau Matano pun akan tetap menyimpan air untuk menggerakkan tiga PLTA di Sulawesi Selatan. Dan pada tahun-tahun mendatang kita masih bisa menyemangati Glenn Victor untuk bertanding menyeberangi danau indah ini.

Be the first to like this post.

Comments»

1. Hedi - July 26, 2006

berarti harus masuk daftar kunjungan ya :)

2. didats - July 26, 2006

gambarnya kok gag fokus??
pake kamera hape?

uh… sayang banget… gag keliatan bagusnya…
tapi aku blom pernah ke sulawesi neh..
kepengen… :D

3. jalansutera - July 26, 2006

pake kamera digital 5 mega pixel, dats. gambarnya memang terlalu kecil.

4. endah - July 26, 2006

tulisannya bagus banget! terstruktur n sarat informasi.

5. susan - July 27, 2006

disarankan untuk kesini. daerahnya indah banget. danaunya bersih banget. kalau udah tinggal disini, rasanya balik ke jakarta serasa masuk neraka deh…dari makasar kesini cuma 12 jam by bus.

6. ruslee - August 31, 2006

mas,
aku minta izin ngutip sebagian tulisan nya ttg danau Matano, untuk weblog pribadi ku dan http://www.panyingkul.com.
sebenarnya aku pernah di sorowako 2tahun (2004-2006). Mohon maaf yah, karena ngutip sebagian tulisan mas….

bisa mas liat hasil ‘ngutip’ saya di blog saya: http://noertika.wordpress.com dan http://www.panyingkul.com

7. Amie - September 16, 2006

huaaaaaaaaaaaaa….kangen ma danau ini. Terbayang masa2 bahagia selama KP di sana..asli emang danau terbersih yg perdah sy liat ^_^

8. lieke - November 29, 2006

selama ini hanya dapat cerita tentang matano, ternyata … sudah saatnya untuk berkunjung ke matano :) thanx ceritanya yah.

9. jack - December 6, 2006

mas pujiono
aku minta ijin ngutip sebagian atau menjadikan tulisan mas sebagai inspirasi untuk informasi di blog-ku ya..
btw, Soroako cakep banget.. gak cuma danau nya yg harus masuk world heritage, tapi soroako juga bisa.. aku dulu sempet smp disana dan terakhir liburan kesana (maret ’06), kecuali lahan tambang dan pemukiman, alamnya tidak berubah.. ck ck ck.. amazing..
check out my page and don’t be hesitate to give a comment..

thanks, jack

10. jack - December 6, 2006

btw, more on soroako trip, check my page..
http://jackdrapid.multiply.com/photos/album/25

cheers

11. brenda - February 1, 2007

kereeennnnnnnnn banget!

12. Bhil - February 21, 2007

Klo sya sieh emang lahir dan besarnya di Soroako, jadi klo menurut sya Srk itu sebagai pemberhentian terakhir bagi para pengagum keindahan alam dan budaya masyarakat sekitar, dengan kata lain bagi yang belum prnah kesini hemmmmm……. buruan aja deh dan buktiin sendiri ok wssl…

13. wulan - March 24, 2007

Saya lahir dan dibesarkan d Sorowako.
Tempat yg indah. Sorowako memiliki danau yang bersih dan jernih (anda masih bisa melihat sebuah benda yg ada di kedalaman 23 meter), ada air terjunya yg memiliki 20 tingkat. serta merupakan tempat yang masih hijau (banyak tumbuhan hijau yang subur) d sana. Saya kangen untuk naik katinting mengarungi danau bersama teman2 SorowakoQ.

14. jalansutera - March 26, 2007

saya juga pengin balik lagi ke dano matano.

15. hesty ali. s - April 30, 2007

wow…danau matano…indah dan unik…
danau yang memberikan inspirasi.

16. askar - May 7, 2007

menurut rata-rata air sangat bagus jika bisa danau matano harus di lestarikan

17. effendy siawira - May 29, 2007

Matano, Pantai ide, salonsa, yatch club… begitulah nama2 yang sangat kurindukan. tempat yang pernah kukunjungi tapi hanya dalam hitungan bulan.. tempat baru yang memberikan kenangan dan suatu pertemanan yang luar biasa. tempat dimana bisa mempererat persahabatan. Bayu, fina, kadek, budi, jembronx, teten, adi, dan para crew SC-fm.. MIss u all.

18. A.Kabalmay - July 8, 2007

sorowako kembanga kita semua

19. hmm - July 9, 2007

salam kenal ya

ttg sorowako lagi:
http://www.sorowakoku.wordpress.com

20. Kamaruddin - September 12, 2008

Aku juga punya kenangan di Danau Matano 1999 saat tes masuk Community Development Dept.Airnya sangat jernih dan orangnya ramah, semoga tetap lestari


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>