jump to navigation

Infotainment Haram itu July 27, 2006

Posted by JalanSutera.com™ in Blog.
trackback

NU terlalu besar untuk mengurusi hal remeh seperti infotainment.

Apakah Anda kaget dengan judul berita KORAN TEMPO hari ini di halaman A6? Judul besar terpampang di sana, NU: Infotainment Haram. Saya sendiri terus terang tidak terkejut dengan keputusan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama dalam halakah di Pondok Pesantren Al-Hikam, Malang. Infotainment, demikian diberitakan oleh korang itu, digolongkan sebagai gibah alias bergunjing.

Ada berapa infotainment yang ada di televisi kita sekarang? Maaf, karena saya tidak pernah menonton acara jenis ini, mari kita buka koran yang sama di lembaran yang lain. Dari RCTI ada Go Spot, Silet, Kabar Kabari. Dari SCTV ada Waswas, Halo Selebriti, Ada Gosip. Indosiar menawarkan Kiss, Intermezo. TPI menyiarkan Go Show, Blak-blakan Selebriti. TransTV menjual Insert Pagi, Insert Siang, Insert Sore tiap hari. TV7 ada Star7, Kabar Idola. StarANTV menawarkan Espresso, Double Espresso. Di Lativi ada Expose Siang.

Hanya di TVRI dan Metrotv saya tidak mendapati adanya acara berjenis infotainment. Pasti itu bukan berarti tidak ada. Bisa jadi saya salah menerka jenis acara dari namanya saja. Bisa jadi deretan nama acara itu akan bertambah lagi karena saya hanya menyortir acara televisi di hari ini saja.

Secara sekilas memang infotainment hanya berisi artis yang pacaran, artis hamil, artis cerai, konflik rumah tangga artis dan sejenisnya. Jika memang acara-acara seperti itu dianggap haram, saya pikir ini berlebihan. Biarkan saja acara seperti ini jalan terus. Namanya juga hiburan yang bersifat populer. Suatu saat nanti masyarakat juga akan jenuh dengan semua ini. Kalau sudah jenuh, pasti ada pengganti acara ini. Lagipula saya pikir organisasi sebesar NU terlalu besar untuk mengurusi hal remeh seperti ini. Masih banyak PR yang lebih haram seperti korupsi dan kolusi yang masih terus terjadi. Bahkan pelacuran dan perjudian yang nyata-nyata dianggap haram pun masih nampak jelas di depan mata kita. Ini lebih penting daripada menghakimi infotainment. Selain itu masih banyak korban bencana yang lebih perlu mendapat perhatian.

Apakah kamu pikir infotainment juga haram?

Be the first to like this post.

Comments»

1. cahyo - July 27, 2006

Kira-kira, dasarnya apa ya kok MUI bisa bilang haram. Kalo SMS yang berhadiah itu, saya setuju karena ada unsur judi/untung2an. Kalo infotainment? Saya pikir masyarakat kita sudah cerdas menilai mana yang baik dan buruk. Gitu aja kok repot…. ;-) halah…..

2. firman - July 27, 2006

ya, ga terlalu penting sih untuk diperdebatkan. kalo ga suka, ya ga usah ditonton. masalahnya, kadang kontrol kita terhadap pihak lain, misalnya anak-anak, rada susah. mungkin saja kita bisa mengonytrol diri untuk tidak nonton, tapi siapa jamin anak kita tidak menyaksikan?

3. didats - July 27, 2006

hahaha…….
aku cuma kadang2 aja liat inpotaiment kaya gitu…
gimana gag liat, wong pagi2 temenku wis nyetel…

ga pernah merhatiin isinya, isinya sampah semua…
tapi merhatiin yang bening2 aja… hihihi.. :D

seharusnya masyarakatnya sendiri yg bisa memfilter acara2 seperti itu. karena stasiun tipi hanya bergelut dengan rating. kalo rating turun juga bakalan diganti lagi. betul kata mas puji.

btw, filenya udah belom? ato ga sampe lagi?

4. Hedi - July 27, 2006

aku tambahi daftarnya mas, di RCTI ada cek dan ricek, di Metro ada Showbiz News…ga pernah nonton sih, kebetulan tau dan ngeliat :D

*hidup Gus Dur* :p

5. iang - July 27, 2006

filter di penonton? yaa.. boleh lah.. tp kok penyedia tontonan tidak ikut difilter?

penonton diharapkan bisa dewasa. bisa tau mana yg baik dan mana yg buruk dari segala tontonan yang ada. tapi kok penyedia tontonan spertinya gak mau belajar dewasa sehingga tau apa yg disajikannya itu baik atau buruk.

sedih amat ya kita para penonton.. hanya bisa menerima dan menjaga diri kita.

6. husni - July 27, 2006

Infotainment itu gibah kelas nasional. Hukum gibah seperti apa, tinggal tanya ke ahli syariah.

7. DiN - July 27, 2006

Sekecil apapun masalahnya, status hukumnya harus jelas.

8. Amal - July 27, 2006

Walaupun korupsi di Indonesia sering dijadikan “akar dari semua kebejatan” (root of all evil), tidak perlu semua harus dipertentangkan dengannya. Ada yang protes majalah porno, argumen para pendukung lari ke korupsi. Ada keberatan terhadap minuman keras yang dijual bebas, alasan para pembeli atau para pembiarnya lari lagi ke korupsi. Seolah-olah semua hal di Indonesia ini terlalu remeh diurus dengan dalih korupsi.

Jika NU sendiri memang besar, saya pikir wajar saja di dalamnya terdapat bagian yang mengurus korupsi dan bagian lain yang mengurus persoalan sehari-hari. Jika mereka mengeluarkan fatwa seperti itu dan memang terasa manfaatnya bagi anggotanya yang berjumlah besar dan kebanyakan masyarakat menengah ke bawah, bukankah hal tersebut bermanfaat?

Mengeluarkan fatwa untuk urusan sehari-hari tidak otomatis mengaburkan atau melupakan urusan besar bernama korupsi — setidaknya itu yang juga saya harapkan pada NU.

Jika pelacuran dan perjudian yang jelas-jelas haram masih dilanggar, itu tidak mengurangi makna fatwa: (1) di masa manapun pelanggaran akan selalu ada; (2) justru karena infotainmen berada pada daerah “samar”, sehingga perlu diambil sikap sekaligus mengingatkan bahwa “yang syubhat perlu ditinggalkan.” Atau, bisa juga mengingatkan banyak orang tentang bahaya ghibah.

Masyarakat memang dapat belajar untuk menjadi dewasa, dan di manapun tetap perlu penggagas atau motivator, bukan menyerahkan begitu saja pada sistem yang sedang berjalan. Mengapa ada gerakan “sehari tanpa televisi”?

Catatan: saya sendiri tidak berasosiasi apapun dengan pencetus fatwa di NU tersebut, hanya sedikit heran: mengapa sering alergi dengan fatwa?

9. jalansutera - July 27, 2006

Bung Amal, saya sih tidak anti dengan fatwa. Saya hanya ingin melihat dampaknya saja bagi masyarakat. Jika memang infotainment dianggap haram, ini berarti semua orang yang terlibat dalam industri ini berdosa dong. Bayangkan jumlah orang yang berdosa tiap hari: ratusan juta penonton yang melototin tv tiap hari, para pekerja di stasiun tivi, para karyawan production house, para pemasang iklan. Wah tak terhitung jumlahnya. Apakah fatwa itu dituruti? Saya khawatir fatwa itu akan dicueki saja. Kuis SMS yang dikabarkan haram juga masih berlangsung tuh. Masyarakat dan jaman memang telah berubah…

10. jefri - July 27, 2006

“Saya hanya ingin melihat dampaknya saja bagi masyarakat”

Lah bukannya udah jelas ya, tanpa fatwa ataupun dengan fatwa sangat jelas yang namanya ngomongin orang (ghibah) adalah Haram (lirik husni).

Untuk masalah judi SMS, seharusnya pemerintah yang tegas, karena itu juga sudah jelas praktek judi Ilegal.

11. achedy - July 27, 2006

Memang sudah tugas ulama menyampaikan mana yang benar dan yang salah, tidak peduli apakah sesuatu yg salah itu populer atau tidak. Dan nampaknya esensi keharamannya jelas, ghibah dan mencari-cari aib orang.

Justru jika ulama diam saja, ini yang tidak wajar. Mengenai apakah dituruti atau tidak, kita jangan terlalu membebankan kepada ulama, karena ulama NU memang bukan penguasa.

Tentang korupsi kalau tidak salah, pada muktamar pembahasan sebelumnya bahkan pernah ada fatwa mati.

Salam

12. Arif Widianto - July 27, 2006

sebagai simpatisan dan jamah NU nggak nyata, saya jengkel ada fatwa kayak ginian, lucu, kurang kerjaan…. ndak signifikan

btw, salam kenal buat sesama orang NU. tradisional dan terbelakang tapi kok gak pingin maju-maju :) hehehe

13. Rasyid - July 27, 2006

“Dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang diantara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati ? Maka tentulah kamu merasa jijik dengannya”. (Al-Hujurat: 12)

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menerangkan makna ghibah (menggunjing) dalam sabdanya :
“Artinya : Tahukah kalian apakah ghibah itu ? “Mereka menjawab : “Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui. “Beliau bersabda :”Yaitu engkau menyebut saudaramu dengan sesuatu yang dibencinya.” Ditanyakan : “Bagaimana halnya jika apa yang aku katakan itu (memang) terdapat pada saudaraku ? “Beliau menjawab : “Jika apa yang kamu katakan terdapat pada saudaramu, maka engkau telah menggunjingnya (melakukan ghibah) dan jika ia tidak terdapat padanya maka engkau telah berdusta atasnya”. (Hadits Riwayat Muslim, 4/2001)

14. Priyadi - July 28, 2006

kalau ulama bilang infotainmen itu halal, saya justru heran.

15. Indra - July 28, 2006

Korupsi udah haram toch? gak usah difatwain lagi.. apa masih ada yang ragu bahwa korupsi itu haram??

16. endah - July 28, 2006

keknya siaran infotainment bukan hal kecil lg di negara kt melihat keberadaannya yg sgt populer dan seperti mas bilang, entah ada berapa orang yg terlibat di industri tsb. Buatku pernyataan NU tsb bisa menjadi peringatan ke masyarakat bahwa melakukan hal haram meskipun dipandang hal kecil/remeh, yg namanya haram tetep haram. Uang atau hiburan yg diperoleh dari industri infotainment tsb pun haram, seharam hasil korupsi, perjudian atau sejenisnya. Jika ortu2 di negara kita memberikan nafkah haram ke anak2nya, bisa dibayangkan sendiri apa hasilnya.

17. Amal - July 28, 2006

Lho, bagi penonton televisi dan pelaku industri infotainmen kan tinggal pilih: jika mereka yakin yang mereka geluti itu salah dari sisi agama yang mereka anut, tinggalkan saja jika masih takut dengan dosa; jika mereka punya pembenaran, sila dikemukakan, toh nanti dapat dirasakan oleh hati nurani masing-masing. Bukan karena keluar fatwa tersebut yang kemarin halal sekarang menjadi haram.

Tidak perlu khawatir dengan fatwa yang diabaikan oleh masyarakat; itu tidak mengurangi esensi sebuah fatwa. Betul, memang masyarakat dan zaman boleh jadi berubah, namun seperti percakapan Nehru dan Gandhi,

Nehru: Bapuji, the whole country is moving.
Gandhi: Yes. but in what direction?

:)

18. hermid m gofar - July 29, 2006

kalo menurut saya, infotainment itu kurang bagus ya.. karena banyak membahas masalah2 yang tidak perlu, seperti: perceraian, pesta, dan semua kejelekan atau kekurangan yang dimiliki si obyek (artis/aktor) yang mana itu semua adalah aib seseorang yang tidak pantas diberitakan apalagi diangkat ke publik, sehingga semua orang tahu. dan dampaknya, antara sesama penonton akan menceritakan apa yang dilihat di infotainment, yang mana itu tidak ada gunanya dan tidak bermanfaat. thanks..

19. beka - August 2, 2006

Sebenernya gak perlu di-fatwakan infotainment haram. Infotainment sebagai jenis tayangan sih sah2 aja. Tanpa fatwa, orang2 (Islam) yang kerjanya ngorek2 isi rumahtangga orang laen, apalagi sampe nyebarluasinnya udah kena hukum agama Islam. Islam udah ngatur itu. Kitanya (yang muslim) aja yang cuek selama ini.

Satu-satunya infotainment yang bener2 infotainment itu cuman ShowBiz-nya Metro TV.

Saya setuju ama iang. Kenapa cuma penonton yang diserahin utk ngefilter? Gimana bisa nyerahin itu ke anak2 balita atau pembantu yang rendah pendidikannya? Kenapa gak penyedia tontonan yang ngefilter dirinya dulu?

:)

20. meidy - August 3, 2006

Masalahnya, impotemen udah kebablasan. Orang2 yang bertikai menyelesaikan urusan di corong impotemen.
Akhirnya mereka makin kelahi. Dhani Ahmad digosipin nikah siri dengan Mulan Kwok, belum terbukti, gara2 wartawan impotemen geriklaya kesana-kemari, Dhani jadi clash ama bokapnya. Saya secara pribadi -sebagai orang kurang kerjaan yang sering mengikuti impotemen yang luar bisa banyaknya itu- menyaranlan agar impotemen mengubah format. Melapaskan diri dari citra jor2an mengobok-obok
ceruk pribadi orang lain. Impotemen tidak boleh berdalih “hak publik untuk mengetahui informasi”. Info apa dulu?

21. Arief - August 4, 2006

Memang sudah keterlaluan isi infotainment itu kerjaanya buka aib orang terus. Maju terus NU sampaikan kebenaran.

22. ndoro kakung - August 4, 2006

fyi, pada masa jayanya, jumlah tayangan infotainment itu 45 acara di semua stasiun televisi. sekarang tinggal 27. sctv memiliki acara infotainment terbanyak, yaitu 6 acara.

23. Erwin - August 5, 2006

Israel menyerang Lebanon adalah Dosa, Rakyat Indonesia (Mayoritas Islam, NU = bagian dari Islam) melakukan demo. Pemerintah (SBY = Islam)ikut serta dalam Rapat OKI (rapat = membahas = membicarakan = mengunjingkan). Berarti Haram juga? bagaimana tanggapannya Ulama NU?

24. combro pemalang - August 5, 2006

Tadinya saya simpatisan NU (bukan warga NU), tetapi saya kecewa (bukan membenci) dengan NU karena keluarnya fatwa itu. Ngapain sih bikin ribut aja? masalah gempa belum selesai, mending ngurusin gempa

25. Arsenal - August 5, 2006

NU lawan MU
(Newcastle United) VS (Mancester United)

26. nunu - August 6, 2006

saya rasa infotaiment gk haram.. seleb nya sendr yang buka aib nya sendr.. yang lebi haram lagi orang munafik..

27. Zuleykha - August 11, 2006

For All Moslems.. pliz read al-Qur’an and find Surah Al-Hujarat 12 :
“O you who believe…
Avoid much suspicions, indeed some suspicions are sins. And spy not, neither backbite one another. Would one of you like to eat the flesh of his dead brother? You should hate it (so hate back biting). And fear Allah. Verily, Allah is the One Who accepts repetance, Most Merciful.”
(taken from : Qur’an Reader Basic V4.0)

This is the real moslems duty tell their brothers about the sins and the content of al-Qur’an.
So, Thanks to NU that still care bout us(even when you thought it’s only a simple things, and even when we got lot’s of bigger problems).

28. catuy - August 11, 2006

Saya tidak berpikir haram.. karena yang haram kan ngomongin orang…
cuma dengan nonton itu an kita berpotensi ngomongin orang.. terus jadi dosa kan>??? iya gak????

saya sepakat dengan NU.. walau saya akui ada yang aneh sebenarnya…

opini saya http://catuy.blogspot.com/2006/08/antara-gosip-dan-nu.html

29. bye-bye - August 12, 2006

NU cuma sekedar wadah.gue bukan warga NU gw cuma hamba Allah SWT. Tapi menurut pengamatan gw NU hanya berniat menyempurnakan program yg namanya infotainment. substansi dan cara penyajiannya infotainment itu sendiri yang sebenarnya membuat mereka terjerumus menjadi “hantam kromo” yah wajar lah kalo di dunia ada yang mengingatkan karena merasa ngeri terhadap dampak ke depannya buat anak2 bangsa lain minimal anak kita sendiri. mudah2an kebiasaan buruk gak jadi budaya di Indonesia. korupsi misalnya udah “terlanjur” membudaya sehingga kelihatannya para penegak kebenaran sudah terlihat kelelahan sampe2 dia ikut2an korup. gawat deh. pro kontra udh jelas pasti ada. . yang penting jangan lupa kita sering2 perbaiki niat dan introspeksi mengenai tujuan hidup kita. toh tanpa infotainment kita bisa hidup normal. mo nonton pun ya jgn sampe keasyikan (apalagi percaya 100%) karena belum tentu yg disajikan seperti itu adanya.maklum wartawan kdg ngasih bumbu biar cerita makin enak ditonton. cara mencari uang yang kurang bijak (menurut aku loh)
jadi mari kita bersemangat memperbaiki diri ajah siapa tau malem ini kita mati duluan. inget skrg lg musim bencana. tobaat!!!

30. withaaa - August 13, 2006

infotaiment haram?????
sepertinya itu hanya hiburan belaka sih, cm tontonan aja. lagi pula yang diberitakan ga terganggu kok malah merak merasa di untung kan karena bisa menggangkat kepopuleran meraka juga jadi selama yang dibicarakan ga ada marasa terganggu buat apa di permasalahkan.
kalo menanyangkan yang menyangkut seksualitas baru itu haram untuk ditayangkan…….

31. by: abdu - August 26, 2006

bukan orang bijak ketika kita langsung menghakimi sesuatu tanpaa menggetahui akar permasalahannya. kenapa NU mengharamkan infotainment, juga mempunyai alasan yang mendasar dan melalui perdebatan yang tidak sebentar antar para ulama’ NU. saya respect dengan NU yang sudah menjalankan fungsinya sebagai “agent of control” dalam masyarakat.
tulisan saya yang demikian bukan serta merta membenarkan apa yang telah diungkapkan oleh NU. bagi saya infotainment sah-sah saja asalkan muatan yang ada didalamnya membawaa kemasslahatan bagi para pemirsa yang menontonnya. kalo kita coba melihat didalam al-qur’an juga terdapat infottainment contohnya kisah nabi yusuf dengan siti zulaikha.
bil-ikhtishor saya banyak tidak setuju ketika infotainment ternyata banyak diisi dengan muatan-muatan yang sifatnya “gosip” atau yang didalam bhs al-qur’annya biasa disebut dengan “ghibah”. kalau hal yaang demikian jelas para produser acara infotainment telah memberikan pelajaran yang tidak baik buat para pemirsa.

32. B-Well - August 27, 2006

Infotainment haram???
menurut G antara ada dan tidak.

YA, karena= kok bisa yach infotainment mencari sisi buruk seseorang. (apakah mereka itu hanya bisa hidup dengan menjelek-jelekkan orang lain). bagaimana bila kehidupan para pencari berita itu yang dipublikasikan???? jadi sebelum mencari kejelekan orang lain. seharusnya pencari berita itu mengaca diri sendiri. apakah kehidupan mereka sudah benar??

Tidak= infotanment itu tidak haram.yang haram itu adalah, kita langsung menelan mentah-mentah setiap pemberitaan yang negatif.

saran G tuk pencari berita= kalo ga mau dicubit, ya jangan nyubit.

33. Titis - September 21, 2006

Heraaaaaaaaaan
Negara q-ta ini mayoritas muslim, baik itu NU atau yang lainnya.
Tapi kenapa kalo ada yang bicara masalah kebenaran yang itu sumber dari Alquran/Alhadis selalu diperdebatkan. NU itu hanya penyambung lidah aja. Kenapa sih orang selalu meremihkan sesuatu yang kecil/spele, padahal itulah yang akan menjadi besar. ya itulah kenyataan apabila udah terlanjur disenangi orang akan mencari pembenaran sendiri.

34. pancaradis - September 23, 2006

Wah, kalau seperti itu kejadiannya, berarti sudah mengebiri kreatifitas orang dong,….
bener-bener tuh…

oh ya, salam kenal yah bang…

35. Jauhari - September 26, 2006

Yang kasih Fatwa NU aja atau MUI juga lakukan hal yang sama?

36. zuleykha - November 13, 2006

Ya..bukan mengebiri kreativitas sih..
setidaknya kalau mau berkreasi ya harus kira-kira lah… Jangan sampai kebebasan berkreasi merugikan orang lain.
kalau semua orang bebas berkreasi tapi melanggar hak orang lain kan bukan hal yang baik. Kita semua juga udah diajarkan hal seperti itu oleh orangtua masing-masing sejak kecil, kan?

Banyak orang yg jelas-jelas dirugikan karena berita infotaiment yang masih samar. kebenarannya belum terbukti tetapi akhirnya menjadi stigma masyarakat.

37. nick - January 8, 2007

Infotaiment pantas juga sih di bilang haram.soalnya sudah melanggar kode etik pers indonesia

38. jennifer - April 11, 2007

kalau menurut gw sih infotainment itu wajar2 aja,lagian masa gitu aja dibilang haram?trus “kkn” ga haram?

39. aziz - May 23, 2007

Infotainment itu haram,Bagaimana hukum pencari berita?

40. danang - August 6, 2007

ternyata diblog ini banyak orang yang mempunyai paham sekuler yah.. banyak juga yang mau menentang aturan ALLAH lihat sendiri saja nati akibatnya kalo dah mati baru menyesal kalian. pasti ada yang gak percaya

41. nuke - August 14, 2008

kayanya yang haram host nya deh , secara mereka juga sama aja .. contoh kasus aja ya ada salah satu host nya was was yang ke gap sama security di salah satu bank swasta di jakarta selatan ” lagi ML di dalem mobil yang parahnya di parkiran basement gitu… aduh gak ada tempat lagi kali yah … hihihihi itu contoh HARAM …………. jadi bukan acaranya yang haram… ok guys

42. dhena - August 20, 2008

oh iya ke,gw juga pernah denger kasus itu kebetulan g kerja di bank yang loe maksud .. inisial nya “A.S” kan yang bawa in acara di tv swasta itu bagi2 tv…. iya yah koq dia mau sih begituan di parkiran

43. geni gurnisa - November 14, 2008

ah, ya yang males mikir yang kayak gitu sih emang bakal males!!
hanya orang-orang yang visioner dan berfikiran ke depan saja yang berani menentang, dan berteriak bahwa infotainment emg haram!!
memang belum bisa sepenuhnya dijauhi, tapi kita harus mengurangi. gosip-gosip dan berita tak senonoh itulah yang akan menjadi pangkal trend di generasi muda kita, dan itulah yang disebut pembodohan masyarakat.
semoga anda dapat merenungkan!!
coba baca-baca buku yang berkualitas ok!
jangan bisanya cuma liat trus ngomentar aja, telusuri dengan ilmu, resapi dengan hati nurani!!

44. sasha subrata - December 12, 2008

kebetulan nengok nich jeng…..
ya kadang kita perlu juga kali ya… liat infotainment emang sih kalo udah males liat presenternya atau host yang paling hitz katanya sih jadi nyebelin trus ngejelek2in acaranya pake bilang HARAM segala tapi kalo memang berita2nya update lah kan lumayan juga ditonton… even gw sebeeeeeel banget sama hostnya abis muna abiss hahaha tapi gpp lah biarkan saja mungkin cuma dengan begitu di be happy….
ok mbak enjoy it yah… btw.. baca2 buku juga ok… jadi anything ajalah yang pake hati nurani ya hehehe ok dech , tapi katanya kalo pake hati suka jadi sakit hati … bemane duonk..

45. pharrish - March 12, 2009

Saya setuju acara tersebut haram karena NU memutuskan berdasarkan hadis nabi SAW, untuk apa korupsi difatwakan haram kan udah jelas klu korupsi itu haram NU kan hanya menjelaskan hal2 yang gak jelas jadi NU saya rasa menjelaskan bahwa acara itu haram.

46. Kimi - December 24, 2009

Sayangnya masyarakat masih blum terlalu cerdas,,,mereka tuh public figure,,,klo yang disorot kawin cerai,,perselingkuhan,,aib keluarga,,akan berpengaruh besar terhadap masyarakat,,,trus yang diomongin aja kejelekannya,,,gmana maw berkembang masyarakat indonesia,,,apa kalian ga bosen liat tv acara ga bermutu,,,gosip gosip gosip,,pliz deh,,,mendingan acara yang jelas dan mendidik,,,


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>