jump to navigation

Forward Email itu August 24, 2006

Posted by JalanSutera.com™ in Blog.
trackback

Bagaimana sebenarnya aturan memforward email?

Selain spam, aktivitas forward email secara membabi buta sebenarnya menjengkelkan juga. Contohnya baru saja terjadi di milis yang saya ikuti. Seorang teman memforward email dengan subyek “Daftar Obat dilarang”. Di dalamnya tercantum 10 jenis obat yang dilarang, diantaranya adalah Paramex, Inza dan Bodrex.

Lho mengapa obat-obat itu dilarang? Di bagian bawah email itu ada penjelasannya, yaitu Jumlah Prosentase PPA-nya lebih dari 15%, telah terjadi bencana kematian sebanyak 13 orang di Cianjur, 2 orang di Palangkaraya, 15 orang di Palu, dan 20 orang di Jayapura karena meminum obat-obatan diatas, obat-obatan di atas mengandung racun yang amat berbahaya bagi produksi reproduksi tubuh manusia dalam hal ini kualitas sperma dan kualitas sel telur. Obat-obatan diatas tidak bisa dikembalikan ke distributor/pabriknya bila rusak dan itu berbahaya bagi pembeli yang mengkonsumsinya. Obat-obatan itu telah diproduksi secara tidak higienis di pabrik-pabriknya. Di bagian bawahnya lagi ada nama orang yang bertanggung jawab atas email itu, yaitu Drs. H. Sampurno, M.B.A. sebagai Kepala Badan POM.

Secara logika sederhana sebenarnya isi email itu sangat mencurigakan sekali sebagai hoax atawa email bohongan saja. Republik ini pasti akan heboh jika 10 obat terkenal itu dilarang secara serentak. Tidak mungkin media seperti koran dan televisi diam saja jika hal ini terjadi.

Lagipula, tahukah Anda siapa Kepala Badan POM yang sekarang? Pak Sampurno sudah tidak menjabat lagi, gantinya adalah dr. Husniah Rubiana Thamrin Akib, MS, M.Kes. Ugh, sang teman rupanya tidak melakukan cross-checking sebelum memforward emailnya ke milis.

Kasus seperti ini sering sekali terjadi dan lama-lama menjengkelkan juga.

Jadi, bagaimana sebenarnya etika “menendang sebuah email”? Ada yang tahu sodara-sodara?

Be the first to like this post.

Comments»

1. didats - August 24, 2006

selama kita yakin itu hoax,
ya wis mas, di delete aja. jgn disebar2 lagi.

eh, tadi aku tegor,
sekarang disini malah udah 2 postingan sehari…
hihihi

2. Jay - August 24, 2006

Ya begitulah, masih banyak orang gegar dengan informasi dari internet. Tanpa pikir panjang di-forward. Lebih menjengkelkan lagi forward-annya sudah berisi tanda > > > > > >

3. kunderemp - August 24, 2006

Amuk saja pemforwardnya. Ceramahi macam-macam. Kalau dia bandel, blok semua e-mail dari dia.

4. ipoul-bangsari - August 24, 2006

wah, saya kok juga dapat email yang sama mas. saya juga bingung kalo yang men-spam justru teman sendiri. mau di blok temen akrab, ditegor malah ngeyel. gimana ya?

5. jalansutera - August 24, 2006

kalo masih forward email sampah lagi dan tetap ngeyel, digampar saja kali ya? :D

6. Hedi - August 24, 2006

etikanya? delete! tapi kalo banyak jadi masalah juga…capek. Makanya saya ikut milis dg penerimaan daily digest.

forward serupa udah pernah saya dapet dan saya langsung yakin itu hoax atau persainga bisnis (tak fair).

7. endah - August 24, 2006

forward email emang bikin geli. sekali dapat, kadang2 setahun lagi dapa email yg sama lagi. rupanya dilempar-lempar dari milis ke milis, muter2 terus gak berhenti2. kebanyakan email yg isinya lawakan atau kisah. email seperti ini sih etikanya diforward lagi, soalnya lucu… bagi2 tawa dong…

baca email forwardan juga sering bikin sebel, nambah2in kerjaan aja. selain biasanya si pemforward enggak menghapus buntut email sehingga email menjadi panjang, juga isinya yg kadang bikin kita pengen tau kebenarannya sehingga mesti surfing ke sana-sini cari info.
email seperti ini etikanya sih mengklarifikasi kebenaran dan menyebarkan kebenaran ke yg lain, bagi2 kebaikan dong…

-sekian-

8. ak - August 24, 2006

lempar balik link yang berisi penjelasan kalau itu hoax :D

9. pipit - August 25, 2006
10. ndra - August 25, 2006

Ya memang kalo ada info2 sperti itu baiknya di cek dulu kebenarannya, kalo kita sendiri ngga tau soal kebenarannya buat apa forward ke orang lain, daripada nanti malah menyesatkan. Kalo terima email seperti itu ya saya rasa tidak terlalu masalah kalau hanya sekali dua kali, kalau sudah sering ya tinggal di blok saja, gampang toh?!


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>