Lima browser itu August 25, 2006
Posted by JalanSutera.com™ in Blog.22 comments
Lima browser nangkring di desktop. Cuma satu yang jadi favorit.
Berapa jumlah perambah halaman web yang Anda instal di komputer? Kebanyakan orang mungkin memfavoritkan satu perambah dan menanggalkan perambah yang lain. Ada yang lebih suka Firefox dan melepas IE. Tapi, ada juga yang sampai sekarang masih tetap bertahan menggunakan IE-nya Microsoft.
Tapi, saya beda dengan teman-teman di kantor. Di komputer yang saya pakai sekarang ada lima buah perambah yang gonta-ganti saya gunakan. Tentu saja yang paling sering saya pakai adalah Firefox-nya Mozilla. Alasannya tentu saja karena dengan menggunakan perambah ini saya bisa memfilter banner-banner iklan yang berseliweren di halaman yang sering saya kunjungi. Meskipun saya orang iklan, tapi kalau disuruh melihat iklan banner kok rasanya jengah juga, ya… Nah, Firefox dengan AdBlocknya membantu saya menjauhkan banner-banner itu dari pandangan mata.
Perambah kedua yang masih sering saya gunakan adalah IE-nya Microsoft. Sering itu maksudnya ya paling dalam satu pekan hanya dipakai untuk membuka dua atau tiga halaman saja. Kadang tujuannya pun hanya untuk menguji bagaimana tampilan halaman itu jika dibuka menggunakan IE. Lebih daripada itu, saya tidak pernah gunakan. Kenapa? Spyware yang sering menyelusup lewat perambah ini benar-benar menjengkelkan. Untunglah IE bukanlah perambah favorit saya.
Saya juga menggunakan Flock. Perambah ini saya gunakan karena salah satu fiturnya yang memungkinkan kita mengupdate blog hanya dengan sebuah klik tunggal. Sayangnya, Flock terasa lamban berjalan di komputer saya yang sebenarnya memang sudah loyo ini. Makanya, sekarang saya jarang menggunakan Flock. Untuk mengupdate blog, saya gunakan saja Firefox seperti biasa saja.
K-Meleon adalah perambah berbasis Mozilla yang juga sedang saya coba. Filenya kecil, startnya kenceng. Tapi, saya rasa fiturnya masih kurang. Untuk melakukan personalisasi tampaknya dibutuhkan sedikit keahlian pemrograman. Nah, karena itulah saya jadi kurang suka dengan K-Meleon ini. Tapi, kadang saya kangen juga untuk menggunakan si bunglon ini.
Nah, perambah yang paling jarang saya pakai adalah Opera. Sejak mereka merilis Opera menjadi perambah yang gratis, saya langsung menggunakannya. Namun, karena sudah terbiasa dengan Firefox dan turunannya, saat saya menggunakan mesin Opera saja jadi merasa kagok. Sekarang Opera masih duduk manis di desktop dan jarang saya klik.
Jadi, lima buah perambah ada di komputer saya: Firefox, IE, Flock, K-Meleon dan Opera. Favorit saya adalah Firefox. Apa mesin perambah favorit Anda? Kenapa menjadi favorit?
Bohong putih itu August 25, 2006
Posted by JalanSutera.com™ in Blog.7 comments
Bohong putih diganjar 3 tahun penjara?
Ini kisah seorang pria bernama Mardin Azad Amin, 29 tahun. Pada 16 Agustus lalu Amin sedang bepergian dengan ibunya di bandara O’Hara untuk menuju ke Turki. Di tempat pemeriksaan bagasi, koper milik Amin diperiksa oleh penjaga. Ternyata penjaga menemukan sebuah benda yang mencurigakan. Benda itu berwarna hitam dan bentuknya seperti granat alias bahan peledak.
Kepada petugas yang memeriksa kopernya, Amin mengatakan bahwa benda itu adalah bom. Kemudian sang penjaga kembali meminta Amin untuk mengulangi jawabannya. Kali ini tenggorokan Amin terasa berat. Sebenarnya benda yang dimaksud itu bukanlah bahan peledak, bom ataupun granat. Barang itu sebenarnya adalah alat pemompa penis. Karena dia tidak ingin ibunya mengetahui keberadaan benda pribadi itu, terpaksalah dia berbohong kepada petugas. Namun, di sinilah masalah itu berawal.
Amin digiring petugas ke ruang pemeriksaan lebih lanjut. Dia dituduh telah melakukan tindak kejahatan yang tergolong berat (felony). Atas kebohongannya itu Amin dituntut tiga tahun penjara.
Ah, masa sih “white lie” seperti itu sampai diganjar masuk ke hotel prodeo lebih dari 1000 hari? Bukankah kita juga sering melakukan “bohong putih” juga, khan? Nah, bohong putih apa yang pernah Anda lakukan?
Vox Hunt: Rearview Mirror August 25, 2006
Posted by JalanSutera.com™ in Blog.Tags: lake, matano, rearview mirror, sulawesi, vox hunt
add a comment
Show us what's in your rearview mirror.
This is actually not a picture from my rearview of a car. I was on a boat on Lake Matano in South Sulawesi last month. The man in the rearview is a reporter from an online media. I don't know his name. At the time I took the picture, he was taking picture too using his handycam. At the far side, there is a mosque. It was in a beautiful morning, the wave was calm, the wind blew smooth. I want to go back to Lake Matano.
Forward Email itu August 24, 2006
Posted by JalanSutera.com™ in Blog.10 comments
Bagaimana sebenarnya aturan memforward email?
Selain spam, aktivitas forward email secara membabi buta sebenarnya menjengkelkan juga. Contohnya baru saja terjadi di milis yang saya ikuti. Seorang teman memforward email dengan subyek “Daftar Obat dilarang”. Di dalamnya tercantum 10 jenis obat yang dilarang, diantaranya adalah Paramex, Inza dan Bodrex.
Lho mengapa obat-obat itu dilarang? Di bagian bawah email itu ada penjelasannya, yaitu Jumlah Prosentase PPA-nya lebih dari 15%, telah terjadi bencana kematian sebanyak 13 orang di Cianjur, 2 orang di Palangkaraya, 15 orang di Palu, dan 20 orang di Jayapura karena meminum obat-obatan diatas, obat-obatan di atas mengandung racun yang amat berbahaya bagi produksi reproduksi tubuh manusia dalam hal ini kualitas sperma dan kualitas sel telur. Obat-obatan diatas tidak bisa dikembalikan ke distributor/pabriknya bila rusak dan itu berbahaya bagi pembeli yang mengkonsumsinya. Obat-obatan itu telah diproduksi secara tidak higienis di pabrik-pabriknya. Di bagian bawahnya lagi ada nama orang yang bertanggung jawab atas email itu, yaitu Drs. H. Sampurno, M.B.A. sebagai Kepala Badan POM.
Secara logika sederhana sebenarnya isi email itu sangat mencurigakan sekali sebagai hoax atawa email bohongan saja. Republik ini pasti akan heboh jika 10 obat terkenal itu dilarang secara serentak. Tidak mungkin media seperti koran dan televisi diam saja jika hal ini terjadi.
Lagipula, tahukah Anda siapa Kepala Badan POM yang sekarang? Pak Sampurno sudah tidak menjabat lagi, gantinya adalah dr. Husniah Rubiana Thamrin Akib, MS, M.Kes. Ugh, sang teman rupanya tidak melakukan cross-checking sebelum memforward emailnya ke milis.
Kasus seperti ini sering sekali terjadi dan lama-lama menjengkelkan juga.
Jadi, bagaimana sebenarnya etika “menendang sebuah email”? Ada yang tahu sodara-sodara?
Sekolah dan kemiskinan itu August 24, 2006
Posted by JalanSutera.com™ in Blog.23 comments
Orang miskin benar-benar dilarang sekolah
Kali ini saya hanya akan memforward sebuah pesan email dari seseorang yang namanya LenaJuwita. Dari pesan yang dia kirim, tampak sekali bahwa dia sangat kecewa dengan cara-cara institusi pendidikan dalam mendapatkan uang. Berikut kita simak pesannya yang panjang itu.
Kejadian saat tengah mengantar keponakan untuk mendaftar di D3 Universitas Padjadjaran, sebuah Universitas Negeri di Bandung. Tanggal 22 Agustus 2006 adalah Batas akhir pembayaran. Karena tidak bisa membayar full maka kami memasuki sebuah ruangan yang disebut ruangan untuk mahasiswa “kasus”. Dan disana berjejal puluhan mungkin ratusan orang tua Dan calon mahasiswa yang mempunyai masalah keuangan.
Untuk sebuah Universitas Negeri biaya kuliah sangat Mahal, D3 MIPA total lebih dari 8 jt, ekonomi hampir 9,5 jt malah Ada yang sampai 10 juta. Tidak hanya sampai itu saja, yang sangat menyesakkan hati adalah tidak Ada toleransi sama sekali, uang pengembangan memang bisa diangsur itupun hanya 2 bulan sampai bulan September sejumlah 4,5 jt. Seorang ibu meminta penundaan pembayaran sampai keesokkan harinya, panitya menolak tegas, harus Hari ini. Penundaan yang cuma satu Hari saja ditolak tegas. Dengan sedih Ibu Dan anaknya itupun pulang.
Bagaimana ini? Bukankah seharusnya Universitas Negeri tidak boleh menolak calon mahasiswa yang sudah Lulus test dengan susah payah? Bila Ada alasan karena sudah mendaftar seharusnya orang tua sudah siap dengan keuangan, masa tidak Ada toleransi sama sekali? Bukankah seharusnya Panitya bertanya dulu apa kesulitan Orang tua tersebut tidak langsung menolak tegas. Jangan katakan bahwa ibu itu harus mencari sekolah yang lebih murah. Ini universitas negeri, kepunyaan rakyat bukan milik orang perorang atau penguasa Unpad!!!!siapapun yang telah Lulus test berhak kuliah, masalah keuangan seharusnya difikirkan bersama, masa minta penundaan 1 Hari saja ditolak?
Dengan alasan perubahan status menjadi BHMN maka semua universitas diperbolehkan berlomba2 mengumpulkan sumber pendapatan tanpa Ada toleransi sama sekali? BUkankan telah diperbolehkan pula mengumpulkan Dana dari mahasiswa “jalur khusus” dengan ratusan juta uang pengembangan? Kenapa tidak dibuat subsidi silang yang mampu membantu yang tidak mampu?
Bagaimana ini manajemen Universitas? Seharusnya dengan kondisi Negeri Kita seperti ini harus Ada antisipasi penyelesaian. Bagaimanapun ini adalah tanggung jawab bersama bukan hanya orang tua saja. Apakah antisipasi penyelesaian dengan spanduk besar-besar Pinjaman Kredit Tanpa Agunan dari Bank Mandiri, apa ini menyelesaikan masalah? Orang tua yang untuk makan sehari Hari saja kesulitan disuruh berutang? Bukannya malah menambah beban masalah? Negara apa ini? Benar-benar menjerumuskan rakyatnya kedalam kemiskinan yang makin dalam.
Kenapa tidak diantisipasi dengan sponsor beasiswa? Dari Perusahaan, Industri Badan Zakat atau dari Alumni, dari pemerintah atau dari Manajemen Qolbu (AA Gym)? Membuka perwakilan di Universitas saat terjadi penerimaan mahasiswa baru. Kemudian diseleksi saat itu oleh pembuat keputusan? Apakah terlalu sulit? Seperti kejadian di UI untuk Fak Kedokteran beberapa Mahasiswa yang tidak mampu mendapat beasiswa dengan hanya membayar 2 jt atau dibebaskan dari uang kuliah. Kenapa tidak diikuti oleh Universitas lain?
Apa Kita harus diam saja? Tidak bisa berbuat apa2? Atau seharusnya saya waktu itu pake T-shirt ORANG MISKIN DILARANG SEKOLAH ya? Biar kerja panitya jadi ringan????
Photo: Corbis
Vox Hunt: That Rules August 24, 2006
Posted by JalanSutera.com™ in Blog.Tags: indonesia, jakarta, that rules, train, vox hunt
2 comments
Show us some rules
This is a photo of rules of transportation by train in a train station in Jakarta. The name of the station is Kebayoran Lama. The rules are written in Indonesian language. I will translate it to English:
RULES OF ELECTRIC TRAIN
- All passangers must posses ticket
- If you do not possess ticket, you will be fined:
- economy class: Rp5000
- air conditioned express train: Rp.30.000
- You must asked for receipt of the fine
- Passangers are not allowed to sit in the operator cabin
I’m such a nerd because… August 24, 2006
Posted by JalanSutera.com™ in Blog.Tags: nerdiest thing, qotd
add a comment
What's the nerdiest thing about you?
This is the funiest question from QOTD. Not everyone has nerd thing. I do not have something nerd in my life. Well, you may not believe me. I am an ordinary people. I am not an artist, nor a programmer. My life is simple. I think my frineds would also agree with me that they cannot find the nerdiest thing about me.
Siska August 23, 2006
Posted by JalanSutera.com™ in Blog.Tags: cat, indonesia, jakarta, pet, siska
6 comments
Perkenalkan, namanya Siska. Banyak orang yang bilang dia cantik dan lembut. Dia sering melintas di depan kantor kami. Bahkan, karena saking gemesnya, beberapa orang akhirnya memboyongnya ke ruang kerja. Di kantor tampaknya memang tidak ada larangan untuk memasukkan Siska ke ruang kerja. Siska menurut ketika diajak masuk.
Ada yang kadang memangku Siska. Ada yang membelainya. Siska diam saja kalau sudah disayang-sayang seperti itu. Dia sebenarnya memang penurut. Bahkan, sifat manjanya akan bertambah manakala ada beberapa orang yang membelainya.
Ya, Siska memang dicintai banyak orang. Tapi, saya tidak menyukainya. Saya geli kalau bersentuhan dengan Siska. Bahkan, kalau tiba-tiba Siska lewat dan menyenggol kaki saya, serta merta saya terkaget-kaget. Geli, nggak enak.
Eh, tahukan Anda kenapa namanya Siska? Oh, ini tentu saja ada sejarahnya. Dulu, pertama kali dia terlihat di belakang kantor, dia sedang memakan sisa katering. Nah, oleh penemunya yang pertama kali dia disebut sebagai Siska alias SISA KATERING. Ugh, nama yang cantik, bukan? Sayang, aku tidak menyukai Siska.





Blog ini milik Pujiono, seorang pekerja media yang tinggal di Tangerang. Dia bukanlah seorang wartawan. Dia juga bukanlah orang yang punya krenteging ati untuk secara teratur menuliskan pikiran dan ide lewat blog.