Bermain Api itu September 5, 2006
Posted by JalanSutera.com™ in Blog.trackback
Bemain air, basah. Bermain api, terbakar
Seorang teman tidak kaget sama sekali ketika mengetahui Steve Irwin meninggal karena disengat ikan pari saat membuat film dokumenter di Australia kemarin. Dengan tenang dia mengatakan bahwa aksi-aksi yang selama ini dipertontonkan oleh Irwin di televisi adalah tingkah yang berbahaya.
“Bayangkan saja,” kata teman saya itu bercerita,”Irwin dengan tenang berani bercanda dengan buaya yang selama ini dikenal sebagai binatang buas. Bahkan Irwin berani menggoda buaya dengan memegang ekornya. Saya ngeri melihat aksinya di televisi itu.”
Teman saya itu tidak berhenti bercerita,”Kadang saya bingung ketika anak saya menonton acara Crocodile Hunter. Di satu sisi saya ingin si kecil lebih mengenal dunia hewan dan alam luas. Lebih bagus acara dunia hewan daripada sinetron, khan? Namun di sisi yang lain saya ngeri seandainya anak saya itu mencoba bertingkah seperti Irwin. Bayangkan saja, ular berbisa dipegang ekornya dengan santai. Anak-anak belum tahu bahwa untuk melakukan itu diperlukan keahlian khusus.”
Teman saya bahkan mengingatkan bahwa Irwin pernah menggendong bayinya yang baru berumur beberpa bulan sambil memberi pakan kepada buaya. Ini benar-benar gila. Apa jadinya jika Irwin, misalnya, terpeleset dan bayinya terlempar ke moncong buaya.
Sekarang Irwin sudah tidak ada. Dia meninggal disengat ikan pari.
Teman saya kembali berkomentar singkat,”Bemain air, basah. Bermain api, terbakar. Ya, begitulah hukum alam. Karena Irwin selama ini suka menyerempet bahaya dengan bermain-main dengan binatang, maka tidak heran dia tewas karena binatang juga.”
Bagaimanapun Irwin telah menorehkan sejarah sebagai seorang yang sangat mencintai alam, khususnya dunia hewan buas. Namanya tidak akan mudah dilupakan orang.
Selamat jalan, Irwin.


Blog ini milik Pujiono, seorang pekerja media yang tinggal di Tangerang. Dia bukanlah seorang wartawan. Dia juga bukanlah orang yang punya krenteging ati untuk secara teratur menuliskan pikiran dan ide lewat blog.
si Steve kena batunya tuh…btw slamat jalan irwin
Meninggalnya cukup “keren” juga sih; waktu lagi tugas. Jadi inget Ayrton Senna.
selamat jalan si pawang buaya…. yinggal rob nih yang masih idup
bye Erwin … we allways love you.
Kalo gak salah peribahasanya “Mati Semut Karena Manisan”. Bener gak seh?
sabbesancara anicca…fil binatang yg d bintangi erwin,adalah kesukaan papa saya!!wah ternya dia sudah tidak ada..slamat jalan erwin,smoga dapat terlahir di alam yg bahagia!!:(