QotD: Right Before I Doze Off September 27, 2006
Posted by JalanSutera.com™ in Blog.Tags: before bedtime, qotd, television
add a comment
What's the last thing you usually do or think about before you fall asleep?
Vox Hunt: My Lucky Number September 27, 2006
Posted by JalanSutera.com™ in Blog.Tags: lucky number, vox hunt
add a comment
Show us your lucky number.
Putaran di Depan Senayan City itu September 26, 2006
Posted by JalanSutera.com™ in Blog.15 comments
Aneh dan membahayakan. Juga bikin kagok
Sudah lama saya tidak melewati Jalan Asia Afrika di depan Plaza Senayan. Maklumlah, saya memang bukan orang yang suka keluyuran ke mall ini. Pun saya belum pernah masuk ke mall baru yang ada di seberangnya yang bernama Senayan City. Dua mall mahal ini berdiri agak berseberang-sebarangan.
Nah, kemarin saya kaget bukan kepalang. Setelah melewati Universitas Moestopo di Jalan Hang Lekir yang selalu terendat itu, legalah rasanya. Biasanya jalanan lancar sampai depan Plaza Senayan. Tikungan sebelum plaza itu pun biasanya bisa dilahap dengan mudah, nyaris tanpa gangguan sama sekali.
Tapi, ternyata sekarang di situ sudah berdiri lampu pengatur lalu lintas. Nyaris gerobak saya menubruk taksi yang ada di depan. Duh, ternyata sekarang ada putaran dari arah Plaza Senayan supaya pengunjung bisa masuk ke Senayan City. Jalan di sisi barat “digeser” ke sisi timur dan diujungnya ditempatkan sebuah lampu pengatur lalu lintas.
Posisi seperti ini benar-benar aneh dan membahayakan. Biasanya, lampu lalu lintas adanya di perempatan atau pertigaan. Tapi, lampu lalin di depan Senayan City ini berada di jalan yang lurus. Lampu ini benar-benar diadakan hanya untuk mengalirkan pengunjung ke mall yang baru, Senayan City.
Lampu lalin ini juga sangat berbahaya. Posisinya yang terletak setelah tikungan membuat pengendara terkaget-kaget, kagok. Saya sudah mengalaminya sendiri kemarin. Penjaga yang ada di situ tidak terlalu membantu. Benar-benar berbahaya.
Ada yang pernah kagok ketika lewat situ?
Oxymoron itu September 26, 2006
Posted by JalanSutera.com™ in Blog.12 comments
Ada yang bisa memberi contoh oxymoron dalam bahasa Indonesia?
Saya mengenal istilah ini pertama kali dari Avianto. Setelah klik sana dan sini ternyata Oxymoron adalah sebuah istilah yang diturunkan dari dua kata Latin. Kata ini berasal dari dua kata, yaitu Oxy (artinya tajam) dan Moron (artinya tumpul). Nyata-nyata kata tajam adalah lawan kata dari tumpul. Tapi, di sinilah asyiknya. Memang, jika kita memakai kata oxymoron berarti kita ingin menunjukkan keadaan/sifat yang bertentangan untuk satu subyek.
Ya, oxymoron memang menyatakan terjadinya kontradiksi. Ada sebuah situs yang menampilkan daftar panjang oxymoron dalam bahasa Inggris. Status message Enda hari ini saya pikir juga bisa dimasukkan dalam oxymoron. Dia mencantumkan kata “include me out” sebagai statusnya. Entah saya tidak tahu apakah Enda setuju atau tidak dengan pendapat saya. Biasanya mantan copy writer lebih tahu masalah bahasa.
Sayangnya, dalam bahasa Indonesia kelihatannya kita sulit untuk mendapatkannya. Ini baru kesan sepintas saya.
Paling-paling saya menunjukkan satu contoh saja: sumbangan wajib. Kata pertama artinya pemberian yang sifatnya sukarela, tanpa paksaan sama sekali. Sementara itu kata kedua menunjukkan keharusan. Kata-kata itu mempunyai makna yang berlawanan, tapi disatukan menjadi sebuah kata. Inilah hebatnya oxymoron. Dalam pemakaian sehari-hari, kata-kata sumbangan wajib sering kita dengar, misalnya, ketika sekolah-sekolah membutuhkan dana dan memintanya kepada orang tua murid.
Ada yang bisa memberi contoh lain dalam Bahasa Indonesia?
Anak Badung September 26, 2006
Posted by JalanSutera.com™ in Blog.Tags: indonsia, java
2 comments
Foto ini sudah pernah tampil di blog saya yang di sebelah itu. Sekarang saya tampilkan foto ini lagi sekarang. Saya senang melihat anak yang badung di atas kendaraan itu. Kelihatan gagah, khan? Apalagi dia memakai seragam pramuka, lebih gagah lagi dengan merah-putih melingkar di lehernya. Pasti dia berpikir perilakunya sekarang sama dengan ketika pahlawan kita dengan semangat 45 mengusir penjajah. Duh, heroik banget, ya?
QotD: Set Your DVR September 26, 2006
Posted by JalanSutera.com™ in Blog.Tags: dunia tanpa koma, falltv, indonesia, qotd, rcti
1 comment so far
What TV show(s) will you be watching this season? Why?
Raya Maryadi adalah jurnalis itu. la menjadi bagian dari kehidupan yang tanpa henti, tanpa koma itu. la wartakan kejadian-kejadian tanpa pretensi, tanpa tendensi, semua demi dedikasi dan curiosity dalam menguak ketertutupan peristiwa-peristiwa kriminal, penindasan, kebobrokan, dari selubung misteri yang sulit terjamah. Kejahatan narkoba yang terorganisasi, pembunuhan yang terencana, perkosaan yang kontroversial, hingga isu perempuan pekerja, adalah dunia, panggung dan liputan Raya sebagai seorang jurnalis. Idealisme dan lepas dari bayang-bayang sebagai anak mantan seorang jurnalis menjadi keinginan Raya. Raya ingin total mejadi bagian dari setiap perubahan di dunia tanpa jeda tersebut.
Namun di balik kerja keras tanpa lelah tersebut, Raya ternyata harus "lelah" menghadapi pilihan cinta. Cinta dari dua orang jurnalis yang sama-sama punya reputasi jempolan. Dua orang jurnalis dengan latar masalah berbeda. Yang satu punya dendam terbadap penyalahgunaan narkoba, karena sang adik jadi korban. Dan satu lagi, seorang jurnalis yang ragu dengan jalan perkawinannya. Milik siapakah cinta Raya? (via SinemArt)
Vox Hunt: Things To Do September 26, 2006
Posted by JalanSutera.com™ in Blog.Tags: agenda, nokia, todo list, vox hunt
2 comments
Show us your to-do list.
Tiga Wajah Asia itu September 25, 2006
Posted by JalanSutera.com™ in Blog.26 comments
Sukar membedakan wajah orang-orang Korea, China dan Jepang.
Korea, China dan Jepang. Ya, tiga bangsa di Asia ini mempunyai kemiripan yang sulit untuk dibedakan. Mereka sama-sama berkulit kuning. Tidak heran jika Asia disebut sebagai benua kuning, khan? Ketiga bangsa itu juga sama-sama bermata sipit. Mereka tidak akan tahu kalau Anda telah pergi saat mereka sedang tertawa. Gara-garanya, mata sipit mereka semakin tertutup saat tertawa. Hehehe…
Oh, ya, rambut mereka juga pasti hitam. Tidak ada bangsa China, Korea atau Jepang yang berambut pirang. Kecuali, tentu saja, jika mereka pergi ke salon dan rambut mereka dicat warna-warni.
Karena ada begitu banyaknya kemiripan ras tiga bangsa itu, saya kesulitan untuk membedakannya. Ada yang bilang bahwa tidak ada orang Korea yang berambut keriting kecuali rambut mereka dikeriting di salon. Ada juga yang bilang orang Jepang lebih sipit dibanding orang China dan Korea. Wah, ternyata ciri-ciri itu juga relatif sifatnya. Tetap saja saya kesulitan membeda-bedakannya.
Lho, kenapa ingin membeda-bedakan? Tidak ada maksud terselubung di balik keinginan itu kecuali ingin lebih mengharga perbedaan. Itu saja. Bukankah perbedaan itu rahmat? Nah, semakin kita mengerti perbedaan orang lain, semoga kita semakin bisa mengharga orang lain pula.
Bukan begitu sodara-sodara?
Eh, kalau Anda ingin ikutan kuis tebak gambar wajah China, Korea atau Jepang, login saja ke AllLookSame.com. Saya cuma bisa menebak 4 yang benar dari 18 tebakan yang ditampilkan. Artinya, saya belum mengenal perbedaan mereka, dong.
Ada yang tahu tips untuk membedakan ketiga bangsa Asia itu?








Blog ini milik Pujiono, seorang pekerja media yang tinggal di Tangerang. Dia bukanlah seorang wartawan. Dia juga bukanlah orang yang punya krenteging ati untuk secara teratur menuliskan pikiran dan ide lewat blog.