jump to navigation

Surga Rokok Bernama Indonesia itu May 31, 2007

Posted by JalanSutera.com™ in Blog.
trackback

Sekali lagi kita jadi juara. Juara jumlah perokok terbanyak. Busyeeeettttt.

stop smoking

Berapa jumlah perokok di Indonesia? Menurut KORAN TEMPO hari ini, dari total populasi pria Indonesia, sebanyak 69% merokok. Wah, artinya lebih dari separuh lelaki yang ada di Indonesia ini tiap hari memasukkan bahan beracun ke dalam paru-parunya. Angka ini paling tinggi jika dibandingkan dengan negara-negara Asia lainnya seperti Cina yang 53.4%, India 29.4% dan Thailand 39.3%.

Mengapa jumlah perokok di Indonesia tinggi? Secara sekilias, ada beberapa penyebab. Pertama, cukai rokok di Indonesia itu sangat rendah dibanding negara lain. Di Amerika Serikat, misalnya, cukai rokok dibandrol sangat tinggi. Ada dua keuntungan yang bisa didapat: pendapatan negara bisa naik dan jumlah perokok menurun. Bukankah semua orang sudah sepakat bahwa merokok itu merugikan kesehatan?

Kedua, iklan rokok benar-benar bebas di negeri ini. Lihatlah sepanjang jalan tol dikotori oleh billboard rokok dari mulai yang nempel di tiang listrik, billboard segedhe bagong di seputar pusat kota dan pusat keramaian, iklan di media cetak, di radio, di televisi. Di negara-negara Eropa tampaknya iklan rokok justru mulai dilarang untuk beberapa media. Lihatlah balap tim F1 Ferrari yang disponsori oleh sebuah merk rokok dipaksa untuk melepas logo rokok itu dari badan jet darat mereka. Dan, mereka bisa mengikuti peraturan itu.

Ketiga, penegakan hukum di negeri ini masih super lembek. Sejak diundangkannya peraturan daerah mengenai larangan merokok di tempat umum, adakah kita mendengar berapa jumlah orang yang sudah dihukum? Adakah kita tahu berapa jumlah uang denda yang sudah ditangguk pemda? Tapi, lihatlah tempat-tempat umum di Jakarta ini. Orang masih bebas merokok di halte, di kendaraan umum, di mall. Bahkan di beberapa instansi pemerintah juga masih nampak orang merokok dengan seenaknya.

Apa sih enaknya merokok? Cuma orang nekad saja yang masih mau membayar untuk membeli racun dan dengan bodohnya memasukkan racun itu ke dalam tubuhnya sendiri.

Foto: stanice.com

Be the first to like this post.

Comments»

1. Anang - May 31, 2007

rokok menjadi tulang punggung kehidupan negeri ini… bagaimana lagi… sepakbola sebagian besar uang yang mengalir dari sponsor rokok.. sejak liga Dunh*** Kans*** sampe Djar** acara2 musik dan acara lain di tv atau acara apa banyak di sponsori rokok, tanpa kita sadari… Ya memang dari rokok ini lah pendapatan pajak terbesar.. :) tak ada rokok jatuh miskin lah negara ini… mungkin…

2. jalansutera - May 31, 2007

bos, makanya cukai rokoknya dinaikkan saja. jadi, jumlah orang yang merokok juga semakin berkurang, tapi (semoga) pendapatan negara tidak anjlok. paling tidak, hanya orang-2 mampu saja yang bisa merokok. yang miskin silakan jangan merokok. bayangkan seandainya orang miskin merokok, kemudian sakit, apakah pabrik rokok menyediakan asuransi bagi orang yang sudah setiap hari setor rupiah untuk membeli racun itu? impossible deh rasanya…

3. Irvan - May 31, 2007

keren mas gambarnya…
sekarang malah rokok yang “merokok” manusia…
:D

-IT-

4. Cecep - May 31, 2007

Waduh, jangan harapkan pemda. Waktu pulang kampung kemarin, sempet kaget disepanjang jalan dipenuhi dengan iklan rokok. Mungkin pemda dapet jatah banyak tuh dari iklan rokok itu :D

Btw, berapa sih rata-rata harga sebungkus rokok sekarang ini. Dah lama nggak beli, sekalinya merokok ya jadi perokok pasif (minta sama temen). Hehe

5. MaIDeN - May 31, 2007

Untuk membuat iklan rokok yang menyeramkan dibutuhkan perangkat UU. Yang bikin UU adalah DPR. Sialnya, anggota DPR kebanyakan adalah perokok :D

Semangka dari itu, mari kampanyekan untuk jangan memilih parte yang punya budaya ngerokok diantara anggotanya ;)

6. whoops - May 31, 2007

Tak sangka yer perokok di Indonesia begitu ramai….Kerajaan Indonesia perlus haramkan iklan rokok untuk kurangkan perokok.

7. Oki Pienandoro - June 1, 2007

Mas sudah coba Lucky Strike Light Menthol,..

Enak lho mas,.. :P

8. April - June 4, 2007

Boss…itu yang selama ribuan tahun ini ga bisa juga aku mengerti sama orang2 yang hobi banget membakar uang demi sesuatu yang benar2 ga ada manfaatnya sama sekali itu. jelas2 rokok tuh ga mendatangkan manfaat sama sekali bahkan bagi orang disekitar dia yang jadi perokok pasif, tapi sepertinya bangsa kita itu udah “NUMB” alias mati rasa. Untuk berpikir dengan jernih pun udah kagak mampu. Yahh, mungkin karena kita terbiasa mengkonsumsi formalin, micin, boraks, nikotin, tar, dll. Jadi kemampuan bangsa ini untuk berpikir nol besar.

9. donny - June 5, 2007

Ah, selalu saja dihadapkan dengan dilema pendapatan negara atau lapangan kerja. Kenapa sih? Apa negara kita nggak bisa hidup tanpa cukai dari rokok? Gimana mau berantas rokok dan bikin warga negara kita jadi sehat, pemberantasnya juga merokok semua toh?

10. Rafrianto - June 8, 2007

Memang rokok itu merusak kesehatan, namun untuk menghilangkan tidak mudah.apa sdh coba lintang enam ?

11. Ahmad Lukman - June 8, 2007

Campaign 4 better life.
Mohon izin copy-paste bos ke situs saya.
thanks bos

12. juanita - June 28, 2007

pemerintah mendua dalam hal rokok, getol merancang FCTC tp begitu diminta meratifikasinya, masih enggaaaaaaaan
kaciaan deh kita
cuma 3 negara dunia yg lom meratifikasi FCTC : Indonesia, Nigeria n Guinia

13. dito - October 2, 2007

memang bener kalo pemerintah itu serba salah kalo mentiadakan rokok soalnya rokok bisa dibilang jantung ekonomi kita

14. adit - March 14, 2008

merokok itu kan asik apalagi dirokok lebih asik lagi

15. Petrozza - September 27, 2008

Bos…kalo kita mau pasti bisa, kita ga perlu tergantung dari cukai rokok. pabrik rokok ditutup kita ga akan bangkrut, untuk sebuah hasil kita perlu sebuah perjuangan. Masih banyak potensi yang bisa digali dari Indonesia yang kaya dan subur ini. jadi petani tembakau bisa menanam tanaman lain, buruh pabrik rokok masih bisa kerja di tempat lain…
jadi intinya adalah kalau kita mau pasti bisa

16. tommy - October 12, 2008

buat dito…..
apa iya rokok bisa dibilang jantung ekonomi kita…..??
kasian banget jantung ekonomi kita cuma menghasilkan racun doank……
klo jadi jantung ekonomi knapa cuma kudus aja yang terkenal sebagai kota kretek, mending setiap daerah ada pabrik rokok aja sekalian……..kaya dech kita,banyak jantung ekonomi………

17. irsyad makmur - February 12, 2009

rokok tu cocoknya dibuat dengan cukai yang tinggi biar indonesia tambah makmur, atau di buat jadi haram aja sekalian. di negara kita ne dikit2 mau diharamkan. macam suka2 kita aja menentukan haram apa gak.
semuanya dah pada munafik..
ustad yang mensyahkan rokok itu haram aja merokok. gak percaya? liat aja foto2 mereka di internet. lg beredar tu

18. Dhini - February 24, 2009

bicara masalah rokok,merokok dan para roker(perokok) sejati..memang g ada habisnya….benci banget sih g sama rokok,tapi paling gak sukaaaa bangettszzz kalo ada roker yang merokok dengan kepulan…asap..asap..asap…sembarangan tempat apalagi kalo di rumah sakit.Kalo mw merokok itu memang hak anda para roker tapi bagaimana hak kami yang menjadi perokok pasif yang pastinya punya hak harus mendapatkan asupan O2(oksigen) udara bebas polusi. Saya pernah masuk UGD gara-gara asap rokok…Asma saya kambuh…harus mendapatkan O2 trus disuntik sakit lagi,sesak napas lebih sakit lg. Kalo peraturan seperti di Jepang yg ada ruangan khusus bwt ngrokok..nyaman deh bwt saya.

19. Ndin - February 24, 2009

herannya, biarpun cukainya naik.. penggemarnya ga turun. dibelain bener..

20. Dewa Rental Plasma - June 21, 2009

Perokok banyak Pabriknya banyak Ikalannya juga banyak
Korban nya juga banyak
Tapiiiii
Kenapa klinik berhenti merokok itu masih sedikit yaa ??
mudah mudahan bisa di perbanyak karena berhenti merokok itu gak semudah membalikkan telapak tangan

21. joe - June 30, 2009

menurut ane, kalo bisa produksi rokok di Indonesia semakin ditingkatkan….
kalo bisa pemerintah mensosialisasikan untuk usia SD-SMP sudah dianjurkan merokok… (ganja jg boleh sekalian…)
pertahankan gelar Indonesia sbg peringkat pertama dunia jumlah perokoknya!
gak usah dilarang-larang… karena ciri khas rakyat Indonesia, semakin dilarang, semakin mbandel…

so, yg pengen sehat, ya jangan merokok lah… peace :)

22. Tari - August 12, 2009

Rokok tidak menjadi tulang punggung kehidupan negeri ini. Pendapatan pajak terbesar BUKAN dari rokok (kalau nggak salah hanya urutan ke 56). Saya PEROKOK, tapi menolak anak-anak kita diracuni rokok sejak dini karena saya the living proof bahwa rokok itu racun, yang bikin kecanduan (sampe sekarang masih kecanduan). AYO PARA PEROKOK YANG SUDAH TERLANJUR, jangan malu untuk advokasi untuk kesehatan anak-anak kita. SUrvey menunjukkan, yang merokok sekarang makin muda (usia SD, umur 9 tahunan). APalagi para industri rokok mulai merambah acara layar tancep, dan membagi-bagi rokok ke para remaja…kayaknya seperti “ayo anak-anak mari merokok…sampe kecanduan ya, biar kita untung terusssssss”….AJI GILEEE bangetz!

23. gan - December 30, 2009

boss,,bagus tulisannya!!
izin copy-paste ya boss

taulina - June 27, 2010

mfb/fb taulina2@yahoo.com jadikan aku anggotamu seumur hidop. catat.lihat. sebarin phn 085722345221-=24jam.Toko sumber rejeki depan kawedanan pertigaan lampu merah [pasar bekonang solo distributor resmi berbagai rokok. murahnya murah tempat kulakan grosir.eceran. yang nyaman.gudang gram jarum bentoel.dlll baru bermerek murah .ayoo22 beli disini.ayoo222 para sales promosi disini strategis ramai.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>