Penculik yang Semakin Merajalela itu August 22, 2007
Posted by JalanSutera.com™ in Blog.trackback
Orang tua harus semakin waspada.

“Penculik Incar Pelajar” begitu headline koran Pos Kota yang dijajakan di perempatan jalan pagi ini. Memang, akhir-akhir ini banyak diberitakan tentang diculiknya anak kecil di Jakarta ini. Polisi mencatat dari Juni hingga Agustus terdapat 14 kasus penculikan. Modusnya apa? Kemungkikan besar sih masalah ekonomi. Anak kecil diculik, kemudian minta tebusan uang. Ancamannya jahat: uang dikirim, anak aman. Uang tidak dikirim, anak terancam. Simple, tapi sangat jahat.
Yang sekarang sedang ramai diperbincangkan adalah hilangnya Raisya Ali Said, 5 tahun, anak Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) yang diculik sepulang sekolah enam hari yang lalu. Menurut korannya Bung Harmoko itu, Raisya diculik sepulang sekolah sekitar 50 meter dari rumahnya. Ia dibonceng Linda, 20, pembantu, yang menjemputnya dengan motor. Namun, sebuah APV hitam menghadangnya. Tiga pria yang pagi sebelum mengantar sekolah Raisa dilihatnya tak jauh dari rumah, menculik Raisya setelah membekap mulut dan menodongkan pisau pada Linda.
Sudah banyak yang dilakukan keluarga untuk mencarinya: melapor ke polisi, mengirim email ke berbagai milis, membuka Raisya Care. Namun sampai sekarang nggak ada kabar beritanya.
Bagi para orang tua yang mempunyai anak kecil tentu berita seperti ini membuat was-was. Pintu rumah semakin rapat dikunci, jemputan sekolah semakin diwanti-wanti agar lebih teliti dan hati-hati. Tapi, penculik memang mempunyai 1001 cara untuk memperdaya anak kecil.
Semoga Raisya cepat pulang.
Update:
Baca juga Tips Mencegah Terjadinya Penculikan di Wikimu.com


Blog ini milik Pujiono, seorang pekerja media yang tinggal di Tangerang. Dia bukanlah seorang wartawan. Dia juga bukanlah orang yang punya krenteging ati untuk secara teratur menuliskan pikiran dan ide lewat blog.
*jadi ragu mau pulang*
;))
pulang sajah dats. gue jamin nggak akan ada yang nyulik elo… :P
bukan, bukan saya yg takut di culik…
tapi si kecil…
ooooooooooops………
*bekep mulut sendiri*
Jangan pulang. Ngapain juga pulang hehe… Nyesel nih pulang hahaha.
Semoga Raisya cepat pulang.. Kayaknya si penculik gak punya anak atau rasa empatinya terhadap orang nol besar. Kalau kayak gitu, memang susah membayangkan rasa kehilangan, kekhawatiran sebagai orang tua, juga rasa takut seorang anak ketika di tempat asing.,, God Bless U Raisya..
Raisya..
Selamat ya, bertemu dengan family..Semoga Alloh menjadikan setiap kejadian ini ada hikmah buat kita dan yang lainnya..
Saya melihat kasus ini sangat kental dengan nuansa politis nya..
Apakah secara SBY, Kapolri, Menteri2, dll tdk ada krjaan lain apa..beresin masalah Lapindo,tuntaskan kasus HAM, BLBI, Soeharto, dll…masih banyak national case dengan status pending (tanpa penyelesain) dan itu butuh perhatian lebih dan comment dari seorang Presiden, Kapolri, menteri2, dan pejabat2 lainnya………
Dalam bulan ini ada 14 case penculikan anak…tapi kenapa raisya yang di show up?
Kenapa sampe Presiden, Kapolri, menteri2 dan pejabat lainnya ributkan ini???
skenario apa yg lg di maenkan oleh negara…???
ini lah politik…
selamat datang di dunia yang tidak jelas scenario nya…
Piss…
akhirnya ditemukan bayi 8 bulan