Hore, Inggris tidak Lolos ke Piala Eropa 2008 November 22, 2007
Posted by JalanSutera.com™ in Blog.trackback
Liga Inggris beda dengan kesebelasan nasional Inggris

Saya bukan pendukung kesebelasan Inggris pada event-event internasional meskipun saya adalah penggila sepakbola liga Inggris. Jadi, dinihari ini saya tidak kaget ketika Inggris ternyata tidak lolos ke Piala Eropa 2008 mendatang. Inggris kalah melawan Kroasia 3-2 dan pada saat yang bersamaan Rusia mengalahkan Andora 1-0.
Setiap kali Inggris tampil di kejuaraan internasional, gamang rasanya untuk mendukungnya sebagai juara. Piala dunia pun baru satu kali mereka raih, pada tahun 1966 ketika mereka menjadi tuan rumah. Prestasi terbaik di Piala Eropa pun diraih pada 2 tahun usai mereka menjadi juara dunia, di Italia. Kemudian pada 1996 mereka melaju sampai ke semifinal. Di sini mereka keok diganjal panzer Jerman lewat adu pinalti. Southgate menjadi pecundang setelah gagal mengeksekusi tendangan dua belas pas. Kasihan deh elo…
Apakah mereka jago kandang? Saya nggak tahu.
Bye-bye Inggris… Ada yang kecewa dengan tidak lolosnya Inggris ini?


Blog ini milik Pujiono, seorang pekerja media yang tinggal di Tangerang. Dia bukanlah seorang wartawan. Dia juga bukanlah orang yang punya krenteging ati untuk secara teratur menuliskan pikiran dan ide lewat blog.
gak lolos?? bagus dong :D
Hmm. apakah ini pertama kalinya Inggris tidak lolos ke Euro ?
karena liga inggris adalah industri.
#2 Jiewa
Ini bukan pertama kalinya Inggris tidak lolos. Inggris baru tampil 7 kali di Piala Eropa. Prestasi terbaik “penemu sepakbola” ini adalah sebagai semifinalis ketika mereka menjadi tuan rumah pada 1996. Saat itu mereka ditekuk oleh musuh bebuyutannya, Prancis.
Prestasi bagus lainnya adalah pada tahu 1968 sebagai juara ketiga. Juaranya saat itu adalah negeri spagheti Italia.
menyenangkan banget Inggris ndak lolos. :))
Sudah ditolong orang lain, Inggris masih gagal pula. Akan lebih memalukan kalau dinihari tadi Steven Gerrard dkk sampai ditolong juga oleh Andorra. Jadi, Inggris memang tak pantas lolos.
Terdaftar di Grup E babak kualifikasi Euro 2008, dari reputasinya, saingan Inggris hanya Kroasia dan Rusia. Tapi dari reputasi itu pula Inggris semestinya lebih baik daripada dua negara dari Eropa Timur itu.
Banyak embel-embel yang membuat posisi Inggris di belantikan sepakbola dunia selalu ada di kelas atas. Mereka tim juara dunia (satu kali, 1966), punya kompetisi liga yang disebut-sebut terbaik di dunia, sampai klaim kebanggaan sebagai ibu yang melahirkan sepakbola.
Jadi, jika Frank Lampard kk mengalahkan Andorra, Macedonia, Estonia, bahkan Kroasia dan Rusia, hal tersebut semestinya bukanlah hal istimewa. Faktanya, Rusia mampu menundukkan mereka pula di Moskow (2-1, 17 Oktober 2007), dan Kroasia bahkan dua kali mempecundangi “Tiga Singa” (2-0 di Zagreb, dan 3-2 di London).
Jangankan Rusia dan Kroasia, pasukan Steve McClaren malahan bisa ditahan imbang tanpa gol oleh Israel dan Macedonia (!). Jadi, jelas bahwa Inggris tidak kompetitif untuk mencari satu tempat di putaran final Piala Eropa tahun depan di Austria-Swiss.
Karena tak mampu membuka jalannya sendiri, tak heran kalau Inggris sampai mengandalkan orang lain untuk mengais harapan. Akhir pekan lalu semua orang di Kerajaan Ratu Elizabeth II berdoa agar Israel dapat menghentikan Rusia dan Guus Hiddink-nya.
Doa tersebut terkabul. Israel menang di menit-menit akhir. Saking girangnya, seorang kaya raya di Inggris siap mengirimi sang pencetak gol kemenangan Israel, Omer Golan, sebuah mobil mewah — tapi yang bersangkutan menolak.
Setelah pertolongan tersebut Inggris kembali harus mengurus dirinya sendiri. Sayang, mereka seperti lantas jumawa. Pers-pers setempat belum apa-apa sudah mengklaim Inggris akan lolos, salah satunya karena Kroasia dipercaya takkan terlalu serius karena sudah mengantongi tiket tersebut.
Tapi yang terjadi kemudian adalah sebuah petaka dan ironi. Di kandang kebesarannya, di stadion yang terkenal keramat yang telah dipugar pula menjadi salah satu yang termewah dan termegah di dunia, Wembley, Inggris takluk 2-3.
Alih-alih mendominasi permainan, Inggris malah tertinggal dua gol lebih dulu dalam kurun waktu enam menit di babak pertama. Ups! Maka anak-anak McClaren mulai kalang kabut.
Untuk sesaat mereka sempat berhasil. Tendangan penalti Lampard dan gol spektakuler Peter Crouch memanjangkan lagi nafas Inggris. Sialnya, kemampuan mencetak dua gol balasan tersebut tidak dilengkapi dengan upaya memperbaiki buruknya lini belakang mereka sejak menit pertama.
Akibatnya, di menit 77 Kroasia kembali mengoyak gawang Scott Carson dan kembali memimpin 3-2. Inggris pun sekarat lagi karena pertandingan tidak tersisa banyak dan jauh di sana Rusia sudah unggul 1-0 atas Andorra.
Barangkali ketika sampai menit 90 Inggris belum bisa lagi menjebol gawang Kroasia, sebagian fans mereka berdoa lagi supaya Andorra memberi kejutan dengan mencetak gol balasan ke jala Rusia. Jika pertandingan itu seri, maka Inggris-lah yang lolos karena menang head-to-head atas Rusia.
“Untunglah”, skenario “murahan” macam itu tidak terjadi. Sungguh, takkan lebih memalukan apabila Inggris lolos ke Austria-Swiss hanya karena mendapat bantuan dua kali dari tim medioker Israel dan salah satu tim terlemah di Eropa, Andorra.
Tak terbayangkan jika hari ini koran-koran Inggris memasang headline-nya besar-besar, “Thank God We Have Israel and Andorra!” Karena jalannya demikian, tidak berlebihan kalau dikatakan bahwa Inggris memang tak pantas lolos.
Bye-bye juga **lambai tangan**
hampir semua orang Inggris, termasuk media mereka, menilai Inggris memang ga pantes lolos dengan permainan spt tadi pagi.
aduh ….. gol di menit 77?
menit yg saya ingat terakhir 68, setelah itu …. ZZZZzzzzzz (asem,kurang dikit).
saya sih pendukung fanatik tim “underdog”.
btw, kroasia menang? ….. HOOOOREEE.
.::he509x™::.
semoga perancis menyusul inggris:)
#10 – ndahmaldiniwati
piala eropa tanpa inggris dan prancis? wah, penonton akan sepi, sponsor gak semangat, gak ada greget… moga-2 prancis lolos deh…
hiks..hiks….:( sedih sihh tapi yaaa hrs realistis memang mainnya gak asyik ko…
Bagus tuh Inggris kalah. Saya juga menulisnya di blog saya di adityawirawan.net. Premiere League udah jadi kayak ajang komersil aja sekarang, terlalu dibuat industri.
sebel sih enggak..
cuma koq ya memalukan gitu loh ..
:)
saya termasuk yang sedih…. brasil juga sering kok terseok-seok di babak penyisihan untuk lolos ke piala dunia…
emang lagi apes aja… :(
wajar juga sih kalo inggris ga’ lolos
soalnya mainnya angin-anginan…tapi
turnamen sekelas piala eropa ga’ ada tim
inggris sayang juga tuh..
untung italia lolos, walaupun dunia sepakbolanya sedang kacau. :)
-IT-
ya kecewanya gini cuma ga seru aja kalo hooligans itu ga ke austria…ga seru kalo yang badung cuma suppoters jerman atau polandia…
salah pelatih jadi salah kiper semua jadi salah kaprah .. duh ga delok joe cole rek ..:(
Kalo’ di teve sih, emang ga’ lolos…
tapi di PS2 sering lolos tuh…. kenapa ya?
Namanya juga permainan
timnas nya belum jadi industri seh…
Meski saya amat suka sepakbola Inggris, tim nasionalnya kali ini memang tidak layak menang.
Seandainya pelatih Inggris itu Maurinho..Bukannya si McLaren yang penjilad itu…
pemain Israel yang nyetak gol ke gawang Rusia kemaren, jadi gak ya dikasih bonus ame orang Inggris?
he…
salah satu yang gembira melihat inggris ngga lolos…
maklum, cara maennya dari dullu gitu – gitu aja…
dah bosen…
Gak peduli…
Tetep dukung Panzer Jerman
Inggris gak lolos? sokorrr.. kelaut aja deh! hhahaaa… Hore itali lolos! Bravo itali!