Teko Mungil December 4, 2007
Posted by JalanSutera.com™ in Blog.trackback
Korannya mini, tekonya mungil.

Semalam Tangerang hujan. Pagi tadi juga masih hujan. Sebenarnya lebih enak tinggal di rumah, baca koran sambil makan pisang goreng. Tapi, kira-kira apa jadinya ya kalau koran yang dibaca koran yang mini itu, dan teko tempat tehnya juga buatan seorang perajin keramik asal Cina yang bernama Wu Ruishen yang menciptakan teko paling mini di dunia.
Saya tidak tahu bagaimana harus minum menggunakan teko yang beratnya saja cuma 1.4 gram. Inilah teko paling mungil di dunia yang lebih kecil daripada ujung jari telunjuk orang dewasa. Jangan-jangan satu sendok air teh juga gak muat ditampung di dalamnya. Apalagi jika masih harus ditambahkan gula biar tercipta teh yang nasgitel (panas, legi & kenthel). Sekali sruput, nggak cuma tehnya yang tandas, jangan-jangan tekonya juga bisa masuk kerongkongan. Repot.


Blog ini milik Pujiono, seorang pekerja media yang tinggal di Tangerang. Dia bukanlah seorang wartawan. Dia juga bukanlah orang yang punya krenteging ati untuk secara teratur menuliskan pikiran dan ide lewat blog.
yg jelas, teko mini itu bagus buat difoto, ada permainan skala jadinya :D
coba digosok mas…sapa tahu keluar jin mini…
Mas Puji..
Kok sekarang dah nggak ada lagi judul “itu” ???
jangan jangan itu upilnya aladin mas :)
lucuuuuu….
iiihhh….tekonya lucuuuu….hihihi…
serba mini, artinya lebih gampang dibawa2 utk jalan2 menembus hutan…hehe
lutcu bangets!!kebetulan aq kolektor teko , tapi yang itu mahal kali ya