Daging Tikus, Anyone? August 28, 2008
Posted by JalanSutera.com™ in Blog.trackback
Kali ini kita ngomongin makanan yang…. menjijikan!

Gara-gara tingkat inflasi yang terus membubung tinggi, harga daging tikus di Kamboja naik lebih dari empat kali lipat. Hmmm, daging tikus? Ya, daging binatang mengerat ini melonjak tajam gara-gara inflasi sebesar 37%. Setahun yang lalu sekilo daging binatang ini cuma 1,200 riel, kini orang Kamboja harus merogoh kocek lebih dalam lagi: 5,000 riel. Asal tahu saja, sekilo daging sapi di sono harganya empat kali lipat daripada daging tikus: 20,000 riel. Ugh…
Orang Kamboja memasak tikus dengan campuran bawang putih. Ini menjadi menu yang semakin populer ketika daging sapi harganya melejit tak terjangkau.
“Anak-anak di sini senang mendapatkan uang dari menjual tikus di pasar. Mereka memberikan uang juga ke keluarga,” kata Ly Marong dari Koh Thom, di perbatasan dengan Vietnam. Ternyata tidak hanya orang Kamboja miskin yang memakan daging tikus. Saudara-saudara mereka di Vietnam pun suka dengan daging tikus. Dalam sehari lebih dari satu ton tikus hidup yang diekspor ke Vietnam.
Saudara-saudara, harga daging di pasaran kita pun kini pasti melonjak. Terlebih lagi menjelang lebaran Kemarin ketika datang ke pasar tradisional, saya mendapati harga daging ayam Rp.45ribu per ekor. Oh, my God! Biasanya cuma sekitar Rp.20-an ribu saja, khan? Tapi, apa iya kita harus mengumpulkan tikus untuk memenuhi kebutuhan akan protein? Nggak lah, yauw!
Anda tega untuk makan daging tikus? Hoeekkkkk!!!


Blog ini milik Pujiono, seorang pekerja media yang tinggal di Tangerang. Dia bukanlah seorang wartawan. Dia juga bukanlah orang yang punya krenteging ati untuk secara teratur menuliskan pikiran dan ide lewat blog.
Nasi pake ayam masih Rp 7500,- di warteg deket rumah saya
jadi, sama… enggak lah yauw…
kekeke
Lucu. (atau ironis?)
Jadi ingat… ada teman bule yang suka mengejek saya dengan exaggeration : “Orang Asia makan apapun yang berkaki empat, kecuali meja.”
kemaren liat email berantai tentang daging tikus yang mirip dengan daging ayam :mrgreen:
“Da, minta nasi bungkusnya ya kuah yang banyak”
“Lauknyo?”
“Kepala Tikus deh. Pilihin yang gede ya.”
Akankah dialog diatas dapat kita dengar di rumah2 makan Padang di Indonesia dalam beberapa tahun kedepan? :D
Yakin gitu itu ayam? :P
Bukan masalah teganya, mas.
Tapi masalah Hoekkkk-nya itu saya ga tahan
oom puji, itu tikus putih atau tikus seperti biasa? masa sih tikus biasa, kan penyakit mulu isinya. hoeeekkkkkkkkk cuuuuhhh…
coba tanya orang manado, daging tikus katanya lebih enak dr daging ayam .. hmmm … dijual di pasar2 dan banyak peminatnya .. waduh … msh belum tega ngebayanginnya
peluang pasar yang sangat menggiurkan
untuk berternak tikus….
mau?
tambo ciek da
tikus halal ga sih?
jadi mual :(
Nek menurutku, semua itu kembali ke soal persepsi kok.
Karena kita sudah kadhung mempersepsikan bahwa tikus itu kotor dan menyebalkan sekaligus menggelikan karena bulu-bulunya, maka kita pun merasa jijik jika harus menyantapnya.
Padahal, kita semua tahu lele yang enak dibikin mangut lele atau pecel lele itupun, punya habit yang lebih menjijikkan karena memangsa tinja manusia. Toh kita ndak terlalu jijik..?
Tapi kalau disuruh makan tikus, saya pun juga jijik. Kenapa? Ya karena persepsi itu tadi!
tikusnya bukan tikus got kali yak, tapi tikus sawah/hutan yang notabene makanannya tumbuhan, tapi tetep aja geli karena kita seringnya lihat tikus makan sampah yayy
iiiiiuuuuu ………iiiiiiuuuuuuuuu……………kasian kan tikus nya! lucu gitu!
Di beberapa daerah di sekitar tanah kelahiran saya, setiap ada hama tikus menyerang maka akan diadakan kerja bakti berburu tikus. Selesai kerja bakti, menu makan siangnya adalah daging tikus yang diburu tadi :D
konon ada cerita beberapa pedangang mie ajam menggunakan daging tikus untuk menggantikan daging ayam…
mungkin rasanya sih sama aja ya ?
Lagi susah tak apalah Mas..!
Tapi lebih mendingan tikusnya dimakan daripada “TIKUS” di tanah air memakan uang rakyat.. :)
Lah Mas, udah biasa juga bukan disini.. itu yang tahun kemaren ribut bakso dari tikus.. *jadi ngga pernah makan bakso lagi abis itu… hiiiiiii*
tikus …., ditempatku biasa dipanggil “cak tik”
oh my god, berarti kita masih harus punya rasa syukur bahwa kita masih sedikit lebih “makmur” dari pada tetangga kita disana ……., kita tidak perlu memakan daging cak tik, …….
Aku tega bunuh tikus, tapi makan tikus bukan soal tega ga tega :P
[...] sudut lain, para pengusaha, para kontrakor konon tidak hanya makan nasi dan lauk-pauk. Tetapi juga, Semen, Batu Bara, Kerikil, Besi, Kawat, Paku dan entah apa lagi. Ada guyon diantara [...]
wah…. jijk & nggak maaaaaaaaaaaau saya klo makn…
kan nggak harus tikus … da telor & ikan yg juga kaya protein !?!?
emang jijik makan daging tikus. tapi ada yang lebih menjijikkan lagi. seorang pak lurah tega memperkosa seorang anak SMP. video pemerkosaan itu bisa dilihat DISINI
wah jd inget kisah mie tikus
yeksh
ha?
Dicari: Daging tikus hi-class, sebanyak 1 ton. Silakan menghubungi rumah makan terdekat untuk info lebih lanjut. :P
…mau hidangan daging tikus?
Datang saja di Tomohon, SULUT.
Tikus hutan dihargai Rp.15.000/ekornya. Daging tikus hutan yang dimasak dengan santan, menjadi menu favorit… woooww enak..
Semua daging eksotik ada di Tomohon, ada babi hutan, kelelawar, phyton, kera hitam, anjing, biawak, jadi santapan nikmat orang Manado.
beritanya ada di http://www.indosiar.com/news/teropong/59262_cacing-tokek-dan-tikus
masih mending kata org makan ulat yang byk mengandung protein (katanya sih rasa ulat itu kayak santan tawar,lha kepalanya kriuuuuuk gitu) daripada makan tikus.Kan ulat makan daun…kalo tikus?makan apa haaaayo??????ngilani……
Artikel di blog ini sangat bagus dan berguna bagi para pembaca. Agar lebih populer, Anda bisa mempromosikan artikel Anda di infoGue.com yang akan berguna bagi semua pembaca di seluruh Indonesia. Telah tersediaa plugin / widget kirim artikel & vote yang ter-integrasi dengan instalasi mudah & singkat. Salam Blogger!
http://www.infogue.com
http://kuliner.infogue.com/daging_tikus_anyone_
hmm… awal bulan ini sy ke Tomohon, Sulut, mampir ke pasar tradisionalnya ada juga tikus ekor putih yg sudah dibakar harganya 25 rb per ekor. daging RW Rp 25 rb perak per kg, trus daging ular phyton Rp 30 rb per kg…. yg miris, itu lho dg anjing dalam kurungan (persis spt ayam dalam kurungan di pasar tradisional kita, matanya itu ..sedih..kasian banget. Baru itulah sy ke pasar dg suara anjing menggonggong dan menguik… hikssss.. :-(
makan tempe aja deh, juga protein
setuju dengan pendapat mbak diatas..tempe tahu cukuplah om..daging tikus???no way!!!
eh denger2 lagi beredar daging tikus dibungkus tepung dan dijual di KFC-KFCan (tau kan KFC2an apaan) di pinggir jalan. Gak tau HOAX apa bukan nih
eh lupa ini link nya, http://tettystak.wordpress.com/2008/09/03/hati-hati-bagi-yg-suka-mkn-fried-chiken-pinggir-jalan/
ayo dicek HOAX apa bukan….?
dasar org2 bodo. enek tau……!
daging tikus itu enak,tapi yang hidup dalam hutan ,berekor putih.
setelah lima belas tahun baru aku merasakan lagi nikmatnya dangin tikus hutan…….
tikus hutan itu enak, tapi tikus got mengerikan
tikus bisa dijadikan makanan bagi hewan peliharaan juga.